BIOGRAFI MASMUNDARI: PEREMPUAN PELUKIS DAMAR KURUNG (1904-2005)
HISTORIA ALFATIHAH M, Baha'uddin, M.Hum.
2022 | Skripsi | S1 SEJARAHPeranan perempuan masih belum memiliki tempat pada lingkup seni rupa Indonesia karena adanya persoalan gender didalamnya. Meskipun pada dekade akhir abad XX, Indonesia telah memiliki lebih dari 100 perempuan perupa, namun hingga 1991 belum muncul nama perempuan perupa yang sepopuler laki-laki perupa. Sama halnya dengan seni tradisi yang dibeberapa lingkungan kultur Indonesia dalam wujudnya hanya menjangkau satu wilayah terbatas. Biografi Masmundari seorang seniman perempuan pembuat Damar Kurung akan menjadi fokus pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah terdiri dari tahapan: pemilihan topik; heuristik; verifikasi; interpretasi; dan historiografi. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah lisan dan kajian arsip. Penelitian ini menggunakan sumber lisan dengan melakukan wawancara kepada informan yang terkait dengan aktivitas kesenian Masmundari. Kajian arsip yang digunakan adalah arsip karya Masmundari, koran dan majalah yang berkaitan dengan aktivitas Masmundari sebagai seniman lukis Damar Kurung. Hasil penelitian ini adalah: 1) Masmundari menekuni profesinya sebagai pelukis Damar Kurung hingga usia 101 tahun. Profesi sebagai pelukis Damar Kurung ini bagi Masmudari merupakan warisan keluarga. Selain itu faktor ekonomi menjadikan Damar Kurung sebagai sumber penghasilan Masmundari untuk menghidupi keluarganya, 2) Damar Kurung mengalami perkembangan pada masa Masmundari, Damar Kurung tradisional berkembang menjadi Damar Kurung modern dengan perubahan pada media gambar. Tema-tema lukisan Masmundari mengalami perkembangan mengikuti perubahan zaman. Tema yang diusung tidak terlepas dari kepekaannya dalam mengamati dan merasakan fenomena kemasyarakatan yang terjadi disekitarnya, 3) Masmundari banyak menggelar pameran baik dalam skala lokal maupun nasional. Pameran yang dilaksanakan dalam skala nasional menempatkan Masmundari sebagai maestro Damar Kurung secara khusus dan seniman perempuan Indonesia secara umum. Sedangkan pameran dalam skala lokal lebih mengangkat perekonomian Masmundari.
The role of women is still marginalized in the scope of Indonesian art because of gender issues in it. Even though in the last decade of the twentieth century, Indonesia had more than 100 female painters, until 1991 the names of them who were as popular as male ones had not emerged. It is the same with traditional arts which in some Indonesian cultural circles in their form only reach one limited area. The biography of Masmundari, a female painter who made damar kurung, is the focus of this research. The study uses historical research methods. The historical research method consists of stages: topic selection; heuristics; verification; interpretation; and historiography. The primary sources used in this research are oral history and archive studies. This study uses oral sources by conducting interviews with informants related to Masmundari's artistic activities. The archive studies used are the archives of Masmundari's works, newspapers and magazines related to Masmundari's activities as a damar kurung painter. The results of this study are: 1) Masmundari pursued her profession as a damar bracket painter until the age of 101 years. Masmudari acquired this profession as a family inheritance. In addition, economic factors make damar kurung a source of income for Masmundari to support her family, 2) Damar kurung experienced development during Masmundari's time, traditional damar kurung developed into modern damar kurung with changes in the image media. The themes of Masmundari's paintings had developed following the changing of times. The theme carried cannot be separated from her sensitivity in observing and feeling social phenomena that occur around her, 3) Masmundari held many exhibitions both on a local and national scale. The exhibition which was held on a national scale places Masmundari as a damar kurung maestro in particular and an Indonesian female painter in general. Meanwhile, the exhibition on a local scale was more about Masmundari's economy.
Kata Kunci : biografi, Masmundari, pelukis perempuan, dan Damar Kurung / biography, Masmundari, female painter, Damar Kurung