PELINDUNGAN HUKUM BAGI PENCIPTA LAGU DALAM MEMPRODUKSI DAN MEREKAM MUSIK (STUDI KASUS PADA STUDIO REKAMAN HVNVRS DI KOTA SURAKARTA)
ALFAOMEGA BANI S, Dr. Antari Innaka Turingsih, SH., M.Hum.
2022 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui berjalannya perjanjian jasa yang dilakukan antara pencipta lagu dengan produser rekaman untuk memroduksi dan merekam musik pada studio rekaman HVNVRS di kota Surakarta yang dilakukan secara lisan. Penelitian ini juga untuk menganalisis bentuk pelindungan hukum yang diberikan produser rekaman kepada pencipta lagu selama proses pemroduksian dan perekaman musik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang bersifat yuridis empiris Untuk memperoileh data primer dalam penelitian ini dilakukan secara wawancara terhadap responden dengan cara pengambilan sampel secara Non Random Sampling yang berjenis Purposive Sampling. Sampel yang diambil penulisa dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria yang sudah penulis tetapkan terlebih dahulu sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah, pelaksanaan perjanjian jasa pemroduksian dan perekaman musik antara pencipta lagu dengan produser rekaman yang dilakukan secara lisan merupakan perjanjian yang sah menurut Pasal 1320 KUHPerdata, karena sahnya perjanjian dalam perjanjian jasa tidak harus dalam bentuk tertulis. Wanprestasi yang dilakukan produser rekaman terhadap pencipta lagu adalah terlambat melakukan prestasi, dan pelindungan hukum yang bersifat internal telah diberikan produser rekaman dengan adanya revisi dan mengatur ulang jadwal untuk setiap tahap proses pemroduksian dan perekaman musik. Pasal 26 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen juga ikut memberikan pelindungan yang bersifat eksternal, mengatur bahwa pemberi jasa wajib memberikan garansi kepada konsumennya.
This research aims to find out how the service agreement between the songwriter and the record producer works to produce and record music at a recording studio HVNVRS in Surakarta, which carried out. This research has also analyzed the forms of legal protection provided by the record producers to the songwriters during the process of producing and recording music. This is a qualitative research, which is juridical empirical. To get the primary data in this study, interviews were conducted with respondents by means of non-random sampling of the type of purposive sampling. The sample taken by the researcher was in accordance with the criteria that had been set before. The result of this research is that the implementation of the music production and recording service agreement between the songwriter and the record producer, which is carried out , is a valid agreement, according to Article 1320 of the Civil Code, because the validity of the agreement in the service agreement does not have to be written. Defaults committed by the record producers against the songwriters are delays in making achievements, and internal legal protection has been provided by the record producers by revising and rearranging the schedule for each stage of the music production and recording process. Article 26 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection also provides external protection, stipulating that service providers are obliged to provide guarantees to their consumers.
Kata Kunci : Perjanjian jasa, Perjanjian lisan, Wanprestasi, Pelindungan hukum