Laporkan Masalah

TREN BERSEPEDA UNTUK KESEHATAN DI YOGYAKARTA PADA PANDEMI COVID-19

IKHSAN AJI PAMUNGKAS, Dr. Atik Triratnawati, M.A.

2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Pandemi COVID-19 membuat masyarakat Yogyakarta melakukan bersepeda. Hal ini terlihat pada masyarakat Yogyakarta di era new normal sudah banyak yang melakukan bersepeda di sekitar Malioboro. Bahkan,.presentase penjualan sepeda MTB berjumlah 50%, sepeda lipat berjumlah 30%, dan sepeda balap berjumlah 20% Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dapat terjadi peningkatan tren bersepeda pada masyarakat Yogyakarta dan mengetahui bagaimana makna kesehatan bagi pesepeda. Penelitian pada skripsi ini bersifat kualitatif dengan observasi dan wawancara dilakukan berjumlah dua kali pada Bulan Oktober 2021 dan Bulan Maret 2022 dengan informan berjumlah delapan orang, yakni Gita Ramadhani, David Andrean, Setya Dewi, Panji Senatama, Bapak Fajar Waskito, Bapak Hudi, Ibu Sri Untari, dan Ibu Ellie Rose. Proses analisis data dilakukan beberapa tahap sesuai tahap analisis penelitian kualititatif. Tahapan tersebut terdiri dari; tahap reduksi data, tahap pengelompokan data, tahap pengolahan data, tahap intepretasi data dan analisis hingga tahap penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukan kegiatan bersepeda merupakan olahraga yang dimnati masyarakat Yogyakarta memberi manfaat bagi kesehatan, seperti jarang sakit, nafas menjadi Panjang, daya tahan tubuh menjadi kuat, kualitas tidur menjadi nyenyak. Pada kesimpulannya tren bersepeda di Yogyakarta dimanfaatkan sebagai penyadaraan akan pentingnya hidup sehat. Hal ini didapatkan seseorang dari merasakan kebermaknaan hidup sehat. Kesehatan adalah aset jangka panjang untuk kita jaga. COVID-19 adalah momen pembelajaran kebermaknaan sehat yang diusahakan oleh gaya hidup sehat itu penting bagi kehidupan di masa depan.

The COVID-19 has forced the people of Yogyakarta to cycle. This can be seen in the people of Yogyakarta in the new normal era, many have cycled around Malioboro. In fact, the percentage of sales of MTB bicycles is 50%, folding bicycles are 30%, and racing bicycles are 20%. This thesis aims to find out how there can be an increase in cycling trends in the people of Yogyakarta and to find out what the meaning of health for cyclists is. The research in this thesis is qualitative with observations and interviews conducted twice in October 2021 and March 2022 with eight informants, namely Gita Ramadhani, David Andrean, Setya Dewi, Panji Senatama, Mr Fajar Waskito, Mr Hudi, Mrs Sri Untari, and Mrs. Ellie Rose. The data analysis process was carried out in several stages according to the qualitative research analysis stage. These stages consist of; the data reduction stage, the data grouping stage, the data processing stage, the data interpretation and analysis stage to the conclusion drawing stage. The results of the study showed that cycling is a sport that the people of Yogyakarta enjoy providing health benefits, such as rarely getting sick, breathing becomes long, immune system becomes strong, sleep quality becomes restful. In conclusion, the trend of cycling in Yogyakarta is used as an awareness of the importance of healthy living. This is obtained by someone from feeling the meaning of a healthy life. Health is a long term asset for us to take care of. COVID-19 is a moment of learning the meaning of healthy that a healthy lifestyle strives for is important for life in the future.

Kata Kunci : Bersepeda, COVID-19, Makna Sehat, Tren, Kesehatan

  1. S1-2022-413277-abstract.pdf  
  2. S1-2022-413277-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-413277-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-413277-title.pdf