Laporkan Masalah

Kajian Eksploratif Partisipasi Siswa pada Bimbel di Luar Sekolah (Shadow Education) dan Determinannya: Studi Kasus SMAN 3 Yogyakarta

LATIFAH ISTI BAROKAH, Puguh Prasetyo Utomo, S.IP., M.P.A.

2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Shadow education (bimbingan belajar) adalah pendidikan di luar jam sekolah formal yang disediakan oleh individu atau lembaga untuk melengkapi pembelajaran, tetapi tidak termasuk keterampilan seni dan olahraga. Dalam perkembangannya, shadow education telah berevolusi menjadi bisnis secara global akibat dari tingginya permintaan terhadap bimbel khususnya terkait ketidakpuasan orang tua dan siswa terhadap sekolah formal dalam mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. Penelitian ini berkontribusi mengisi kekosongan pengetahuan tentang shadow education dengan mengkaji pola kebutuhan dan partisipasi siswa SMA pada bimbel di masa Pandemi Covid-19 dan setelah UN ditiadakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang menggunakan desain studi kasus dengan menjadikan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai kasus yang dikaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang terlihat dari teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu survei dengan non-probability sampling dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan siswa dalam mengikuti shadow education selama Pandemi Covid-19 dan setelah UN ditiadakan cenderung tetap tinggi. Tingginya partisipasi siswa pada shadow education terkait ketidakselarasan antara kurikulum pendidikan dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh siswa dalam menghadapi ujian seleksi masuk perguruan tinggi dan kepercayaan siswa terhadap tutor dan bimbel yang cenderung tinggi. Shadow education secara tidak langsung mendegradasi nilai pendidikan dan dapat memberikan dampak positif terhadap hasil akademik siswa, namun juga dapat membebani siswa khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. Peneliti merekomendasikan kepada sekolah untuk menciptakan manajemen pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Sementara itu, pemerintah perlu menyelaraskan kurikulum pendidikan sekolah menengah dengan materi yang diujikan dalam tes seleksi masuk perguruan tinggi, memfasilitasi guru dengan pembelajaran TIK, merancang kembali sistem tes seleksi masuk perguruan tinggi, dan membuat regulasi harga untuk mengatur persaingan pasar dalam shadow education.

Shadow education (tutoring class) is education provided by individuals or institutions outside of formal school hours to supplement learning, but does not include arts and sports skills. As a result of the high demand for tutoring and parents' and students' dissatisfaction with formal schools in preparing for college entrance exams, shadow education has evolved into a global business. This study contributes to closing the knowledge gap about shadow education by examining the pattern of needs and participation of high school students in tutoring during the Covid-19 Pandemic and after the National Examination is abolished. This is an exploratory study that employs a case study design with SMA Negeri 3 Yogyakarta as the case being studied. This study uses a mixed methods approach as seen from the data collection techniques used, namely surveys with non-probability sampling and in-depth interviews. The results showed that the students who participate in shadow education during the Covid-19 pandemic and after the National Examination was abolished tended to remain high. Students' high participation in shadow education is related to a misalignment between the educational curriculum and the abilities required by students to face the college entrance selection exam, as well as students' high trust in tutors and tutoring. Shadow education devalues education indirectly and can improve students' academic performance, but it can also be taxing for students, particularly those from low-income families. Researchers advise schools to develop creative and innovative learning management systems. Meanwhile, the government must align secondary school education curriculum materials with the material tested in the college entrance selection test, assist teachers with ICT learning, redesign the college entrance selection test system, and implement price controls to regulate market competition in shadow education.

Kata Kunci : shadow education, partisipasi, kepercayaan, Pandemi Covid-19

  1. S1-2022-424680-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424680-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424680-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424680-title.pdf