Laporkan Masalah

Adaptasi pola ritme Kendangan Ciblon ke dalam ansambel perkusi barat :: Sebuah eksperimentasi penggunaan idiom-idiom musik tradisi Jawa pada musik barat

SALIM, Agus, Drs. T. Bramantyo, M.Mus.Ed.,PhD

2003 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Mengadaptasikan dalam pengertian ini berarti “meminjam”, mencocokkan”, atau “mengimplementasikan”. Kajian untuk pola ritme kendangan ciblon yang akan diimplementasikan ke dalam ansambel perkusi, merupakan sebuah eksperimentasi penggunaan idiom-idiom musik tradisional Jawa pada musik Barat. Proses adaptasi ini berawal dari pola ritme maupun warna suara kendangan ciblon dimana hal itu akan diimplementasikan ke dalam ansambel perkusi. Kajian tersebut menunjukkan bahwa, ke dua elemen itu kemungkinan dapat dilakukan. Maka perbedaan yang ada antara musik Barat dan musik tradisional Jawa akan mendasari sebuah penciptaan musik baru. Beberapa cara yang dilakukan dalam implementasi, yakni penulisan notasi khusus yang mengacu pada sistem notasi Barat, penyeleksian pola ritme kendangan ciblon dan kemudian akan diimplementasikan ke dalam ansambel perkusi, seperti alat musik bongo, conga, tom-tom consert dan lain sebagainya. Hasilnya adalah sebuah genre musik yang memiliki warna baru yang dapat memberi perspektif dan kemungkinan baru di dalam dunia komposisi musik

To adapt in this sense means to borrow or to fit in. The study of the “Kendangan Ciblon” Rhythmic Pattern to be implemented in to “The Percussion Ensemble” was An Experimentation of the using of Western Music Idioms in Javanese “Musical Tradition.” This process began from the adaptation of “ciblonan” rhythmic pattern and its tone qualities that were implemented in to the percussion ensemble. Earlier studies showed that both elements can pessibly be done. It means that the differences between Western and Javanese tradition music basically can be used as a new musical idea to produce a new genre of music. This procedure began with the implementation of new special symbol to be fitted in to the Western notation, it follows by the selection of “Kendangan Ciblon” rhythmic pattern and to be implemented in to the percussion ensemble instruments such as bongo, conga tom-tom consert etc. The result was a new color of musical genre that gives a new prospective and possibilitty in the world of music composition

Kata Kunci : Komposisi Musik,Adaptasi Kendangan Ciblon,Ansambel Perkusi Barat

  1. S2-2003-AgusSalim-abstract.pdf  
  2. S2-2003-AgusSalim-bibliography.pdf  
  3. S2-2003-AgusSalim-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-AgusSalim-title.pdf