REPRESENTASI PENYUARAAN SUBALTERN YANG DILIYANKAN DALAM FILM MIGNONNES (2020) KARYA MAIMOUNA DOUCOURE
PINKAN TRIA LARINDU, 3. Prof. Dr. Wening Udasmoro, S. S., M. Hum., DEA.
2022 | Skripsi | S1 SASTRA PRANCISSubaltern merupakan salah satu tema yang seringkali dijumpai dalam sebuah film. Film Prancis yang berjudul Mignonnes (2020) karya Maimouna Doucoure adalah salah satunya. Subaltern sendiri merupakan kelompok minoritas yang tidak dapat berbicara, tidak dapat bersuara, dan mengalami penindasan dari kelompok mayoritas. Penindasan tersebut terjadi karena adanya ketidaksesuaian standar mereka dengan standar kelompok mayoritas. Pada film Mignonnes, kelompok minoritas sebagai subaltern direpresentasikan oleh orang berkulit hitam sedangkan kelompok mayoritas yang menindas merupakan orang berkulit putih. Penelitian ini mengangkat dan membahas bagaimana Maimouna Doucoure merepresentasikan orang kulit hitam sebagai subaltern yang divisualkan sebagai kelompok minoritas yang terbelakang, suaranya terbungkam atau bahkan tidak dianggap, serta kehadirannya tidak diakui oleh kelompok mayoritas kulit putih. Kemudian permasalahan berikutnya dalam penelitian ini, yaitu menjelaskan bagaimana orang kulit hitam tersebut memperjuangkan suaranya dengan melakukan segala cara yang dapat ia lakukan agar ia mendapatkan pengakuan dari kelompok mayoritas kulit putih atas kehadirannya sehingga mengakibatkan adanya relasi layaknya tuan dan pelayan yang terjalin di antara mereka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Subaltern oleh Gayatri Chakravorty Spivak. Peneliti melihat dan memahami jalan cerita dari film Mignonnes (2020). Kemudian peneliti mengumpulkan data-data terkait permasalahan yang akan dibahas di dalam penelitian ini. Kumpulan data-data tersebut kemudian dikategorisasikan berdasarkan permasalahan yang telah ditentukan. Data-data yang telah dikategorisasikan tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teori subaltern oleh Spivak. Analisis tersebut akan mengungkapkan bagaimana representasi subaltern yang dialami oleh orang kulit hitam dan bagaimana ia memperjuangkan suaranya dalam film Mignonnes. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa hasil yang dicapai dari perjuangan yang dilakukan subaltern tidak selalu berhasil, melainkan dapat gagal pula. Hasil yang dicapai dari perjuangannya tersebut bergantung pada subaltern itu sendiri.
Subaltern is one of the themes that is often found in a movie. The French movie Mignonnes (2020) by Maimouna Doucoure is one of thme. The subaltern is a minority group that cannot speak and experiences oppression from the majority. The suppression occurs due to the differences of their standards with the standards of the majority group. In the film Mignonnes, subaltern is represented by black people while the majority group is white people. The study discusses how Maimouna Doucoure represents black people as subaltern who are visualized as backward minority group, her voice silenced or even ignored, and whose existence is not recognized by white majority group. Then the next problem in this study is to explain how the black people fought for her voice by doing everything she could to get recognition from the white majority for her existence resulting in a master-servant relationship that exists between them. The study was conducted using subaltern theory by Gayatri Chakravorty Spivak. Researcher watches and understands the storyline of the film Mignonnes (2020). Researcher collects data related to the problems that will be discussed in this study. The data sets are then categorized based on the specified problem. The categorized data are then analyzed using subaltern theory by Spivak. The analysis will reveal how subaltern representations were experienced by black people and how she fights her voice in that film. In addition, this study also revealed that the results achieved from subaltern struggles are not always successful, but can fail as well. The outcome of her struggle depends on the subaltern itself.
Kata Kunci : Kata kunci: Representasi, Subaltern, Relasi tuan-pelayan.