ANALISIS DAN MITIGASI RISIKO OPERASIONAL RANTAI PASOK DI PT MERCK TBK
MOHAMAD THOHA ROHIMI, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D.
2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Pengelolaan rantai pasok yang tangguh penting bagi keberlangsungan bisnis jangka panjang serta dapat menjadi kunci untuk memenangkan persaingan usaha. PT Merck Tbk sebagai salah satu perusahaan farmasi memiliki karakterisitik yang unik di mana kebutuhan akan produk obat obatan merupakan kebutuhan esensial untuk masyarakat. Di tengah kondisi ketidakpastian dan gangguan pada alur rantai pasok saat ini, PT Merck Tbk memiliki tantangan untuk terus tumbuh dan menjamin ketersediaan obat obatan untuk kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan design penelitian studi kasus dan pendekatan kualitatif deskriptif ditunjang dengan analisis kuantitatif untuk menganalisis risiko operasional rantai pasok yang terjadi di PT Merck Tbk. Metode House of Risk (HOR) Level 1 dan pareto digunakan untuk menganalisis dan mendapatkan sumber risiko prioritas. Metode House of Risk (HOR) Level 2 digunakan untuk merumuskan tindakan usulan perbaikan yang dapat dilakukan berdasarkan tingkat keefektifan dan kesulitannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 25 kejadian risiko operasional pada aktivitas rantai pasok PT Merck Tbk yang terdiri dari 10 risiko pasok, 6 risiko pengendalian, 3 risiko permintaan, dan 6 risiko proses. Berdasarkan analisis House of Risk (HOR) Level 1 dan pareto, terdapat 11 sumber risiko prioritas yang secara kumulatif menyumbang 75% keseluruhan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). 12 usulan tindakan perbaikan telah diidenfifikasi untuk memitigasi sumber risiko tersebut. Dengan menggunakan House of Risk (HOR) Level 2, diperoleh 4 usulan tindakan perbaikan prioritas berdasarkan keefektifan dan kemudahan pelaksanannya yaitu menerapkan perhitungan forecast accuracy sebagai indikator performa perusahaan, meningkatkan pengatahuan dan keterampilan dalam menganalisis perhitungan MRP sebagai landasan dalam perencanaan planning order dan purchase request, kontrol jumlah permintaan sesuai dengan batasan yang ditentukan dalam frozen period dan meninjau serta memperbaharui standar lead time order material berdasarkan kondisi saat ini.
Robust supply chain management is playing important role for business sustainability and could become key success factor to winning competition. PT Merck Tbk as a pharmaceutical company has unique characteristics where the need for medicinal products is an essential for society. In the middle of uncertainty and disruption in the current supply chain, PT Merck Tbk has challenges to successfully grow up and ensure the availability of medicines for community. This study uses a case study research design and a descriptive qualitative supported by quantitative analysis approach to analyze supply chain operational risks that occur at PT Merck Tbk. House of Risk (HOR) Level 1 and Pareto methods are used to analyze and prioritize risk agents. The House of Risk (HOR) Level 2 method is used to formulate proposed corrective actions considering the effectiveness and difficulty level. The results of this study indicate that there are 25 operational risk events in PT Merck Tbk's supply chain activities consisting of 10 supply risks, 6 control risks, 3 demand risks, and 6 process risks. Based on the House of Risk (HOR) Level 1 and Pareto analysis, there are 11 priority risk agent that cumulatively account for 75% of the total Aggregate Risk Potential (ARP) value. 12 proposed corrective actions have been identified to mitigate risk agents. By using House of Risk (HOR) Level 2, there are 4 priority corrective action proposals based on their effectiveness and ease of implementation, namely applying forecast accuracy calculations as company performance indicators, increasing knowledge and skills in analyzing MRP calculations as a basis for planning orders and purchase requests, control the number of requests in accordance with the limits specified in the frozen period and review and update the standard lead time for material orders based on current conditions.
Kata Kunci : perusahaan farmasi, risiko operasional rantai pasok, House of Risk, pareto, Aggregate Risk Potential (ARP)