MODEL BISNIS: "EWAGON" APLIKASI PENGANTARAN DIGITAL BEBAS ONGKOS KIRIM
ADITYA WIBISONO, Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc, Ph.D
2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Perdagangan berbasis daring di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Hal ini berjalan beriringan dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menambah keamanan dan kemudahan berbelanja secara daring. Menurut hasil survei, terdapat peningkatan transaksi belanja untuk bahan-bahan makanan hingga 51%. Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) mengatakan bahwa sejumlah perusahaan perdagangan elektronik mulai membidik kategori bahan pokok seiring dengan meningkatnya permintaan produk bahan pokok dan bahan makanan siap masak. Perubahan perilaku pelanggan akibat dampak dari pandemi Covid-19 menjadi peluang bagi beberapa pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model bisnis dari sebuah aplikasi penjualan bahan pokok sehari-hari dengan konsep inovatif, menerapkan sistem biaya berlangganan bulanan sebagai biaya pengirimannya. Metode pengumpulan data diperoleh dengan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan kuesioner yang diserbar kepada 65 responden calon pelanggan aplikasi. Kemudian dari hasil kuesioner tersebut dibuatlah peta empati untuk merancang sembilan blok model bisnis EWagon. Pengumpulan data sekunder berdasarkan pengamatan tidak langsung seperti studi literatur mengenai model bisnis perdagangan harian daring seperti Tanihub. Data sekunder yang digunakan adalah tingkat suku bunga dan rancangan laporan keuangan EWagon. Setelah itu dilakukan juga studi literatur yang membahas teori yang serta hasil empiris yang berhubungan dengan studi yang dilakukan. Potensi positif dengan asumsi aspek kelayakan finansial yang optimis menunjukkan bahwa EWagon dapat menjadi sebuah perusahaan rintisan yang potensial. Proyeksi finansial menunjukkan estimasi NPV yang bernilai positif atau >0. Sementara hasil perhitungan IRR EWagon adalah 32% dan ekspektasi payback period EWagon adalah selama 2 tahun 3 bulan. Aspek kelayakan non finansial adalah aspek hukum yang merupakan usaha perorangan dengan artian tanggung jawab dimiliki pemilik usaha. Aspek hukum yang dipersiapkan adalah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan NPWP serta izin yang berkaitan dengan termasuk Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Online-based trade in Indonesia continues to grow and develop. This goes hand in hand with policies issued by the government to increase security and ease of shopping online. According to the survey results, there was an increase in shopping transactions for food ingredients by up to 51%. The chairman of the Indonesian Venture Capital Association (Amvesindo) said that a number of electronic trading companies had started targeting the staple food category in line with the increasing demand for staple products and ready-to-cook food ingredients. Changes in customer behavior due to the impact of the Covid-19 pandemic have become an opportunity for several business actors, especially those engaged in electronic commerce. This study aims to create a business model of an application for selling daily staples with an innovative concept, applying a monthly subscription fee system as a delivery fee. Methods of data collection obtained with primary data and secondary data. Primary data was obtained by using a questionnaire distributed to 65 respondents of prospective customers of the application. Then from the results of the questionnaire, an empathy map was made to design the nine blocks of the EWagon business model. Secondary data collection is based on indirect observations such as literature studies on online daily trading business models such as Tanihub. The secondary data used are the interest rate and the draft financial statements of EWagon. After that, a literature study was also carried out that discussed the theory and empirical results related to the studies carried out. The positive potential assuming an optimistic financial feasibility aspect shows that EWagon can become a potential startup company. Financial projections show NPV estimates that are positive or >0. Meanwhile, the calculation result of EWagon's IRR is 32% and the expected payback period of EWagon is 2 years and 3 months. The non-financial feasibility aspect is the legal aspect which is an individual business with the meaning that the responsibility is owned by the business owner. The legal aspects that are being prepared are the Trading Business Permit (SIUP) and NPWP as well as related permits including Law Number 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions (ITE).
Kata Kunci : Model bisnis, analisis kelayakan bisnis, perdagangan daring, belanja bahan pokok, metode berlangganan, bebas biaya pengiriman