Analisis Kelayakan Reaktivasi Jalur Kereta Api Madiun - Slahung
ELYZABETH, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng; Dr. Eng. Imam Muthohar, S.T., M.T.
2021 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiPerkeretaapian sebagai salah satu moda transportasi dalam sistem transportasi nasional yang mempunyai karakteristik pengangkutan secara masal dan memiliki keunggulan tersendiri, dengan semakin kuatnya isu lingkungan, maka keunggulan kereta api dapat dijadikan sebagai salah satu alasan yang kuat untuk membangun maupun mengaktifkan kembali jalur-jalur pendukung lintas utama, yang tidak dapat dipisahkan dari moda transportasi lain. Perlunya dikembangkan potensi dan tingkatan peran kereta api sebagai penghubung wilayah Provinsi Jawa Timur khususnya antara Madiun-Slahung untuk menunjang, mendorong dan menggerakkan pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan memperhitungkan arus kas selama masa konsesi proyek. Besaran biaya investasi dan penpatan diperkirakan dan dihitung menggunakan studi-studi terdahulu terkait dengan proyek kereta api. Data besaran biaya dan pendapatan yang sudah diketahui kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan 4 alat analisis, yaitu Net Present Value, Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return, dan Payback Period Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil dari 10 skenario yang dilakukan untuk melihat tingkat kealayakan seacra finansial menunjukkan bahwa peran Pemerintah dalam melakukan penanamam modal sangat berpengaruh terhadap nilai NPV, NRC, IRR dan Payback Period. Skenario yang dinyatakan layak dlampenelitian ini adalah skeanrio 4, 5, 6 dan 7. Perhitungan pada skenario 7 memiliki tingkat kelayakan yang cukup baik dengan nilai NPV sebesar Rp. 255.545.134.763,-, BCR sebesar 1,282, IRR sebesar 7,33 % mdan Payback Period pada tahun ke-46. Dengan hasil pada skenario 4, 5, 6 dan 7 tersebut maka nilai-nilai kriteria investasi telah memenuhi, artinya bahwa reaktivasi jalur kereta api Madiun - Slahung adalah layak secara finansial.
The railway as one of the modes of transportation in the national transportation system which has mass transportation characteristics and has its own advantages, with the increasing strength of environmental issues, the advantages of trains can be used as one of the strong reasons to build or reactivate the main supporting routes, which cannot be separated from other modes of transportation. It is necessary to develop the potential and level of the role of the railway as a liaison for the East Java Province, especially between Madiun-Slahung to support, encourage and mobilize regional development in order to improve people's welfare. Financial feasibility analysis is carried out by taking into account cash flows during the project concession period. The amount of investment costs and income is estimated and calculated using previous studies related to railway projects. The data on the amount of costs and revenues that have been known are then analyzed using 4 analytical tools, namely Net Present Value, Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return, and Payback Period The results of the analysis show that the results of the 10 scenarios carried out to see the level of financial feasibility indicate that the role of the Government in investing is very influential on the value of NPV, NRC, IRR and Payback Period. The scenarios that are declared feasible in this study are scenarios 4, 5, 6 and 7. The calculation in scenario 7 has a fairly good level of feasibility with an NPV value of Rp. 255,545,134,763,-, BCR of 1,282, IRR of 7.33% and Payback Period in the 46th year. With the results in scenarios 4, 5, 6 and 7, the investment criteria values have met, meaning that the reactivation of the Madiun - Slahung railway line is financially feasible.
Kata Kunci : Reaktivasi, kelayakan finansial, biaya dan pendapatan