REPRESENTASI HOMOSEKSUALITAS DALAM FILM PENDEK INDEPENDEN (Analisis Semiotika Roland Barthes tentang Representasi Identitas Gay dalam Film Pria karya Yudho Aditya)
NUR TAZKIA AMALIA H, Budi Irawanto, M.A., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASILGBT atau homoseksualitas di Indonesia merupakan identitas seksual yang termarjinalkan dan mendapatkan banyak stigma negatif dari masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan budaya heteronormativitas. Marjinalisasi ini juga direpresentasikan dalam berbagai media massa, termasuk film. Representasi ini dapat ditemui dalam berbagai jenis film termasuk pada film pendek independen Pria karya Yudho Aditya yang menggambarkan bagaimana identitas homoseksual dan menyoroti bentuk diskriminasi yang didapatkan dari masyarakat. Film independen sebagai media side-stream dinilai mampu menampilkan isu-isu sensitif sebagai topik utama, bukan hanya sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat, mengeksplorasi dan memaknai representasi identitas gay yang ditampilkan dalam film pendek independen. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pisau analisis semiotika Roland Barthes yang dipakai untuk membedah representasi identitas gay dalam film pendek Pria yang diperoleh dari kanal YouTube Yudho Aditya. Model analisis semiotika Roland Barthes yang digunakan memfokuskan pemaknaan tanda dalam dua tahap signifikansi pada unsur-unsur penanda (signifier), petanda (signified), denotasi, konotasi, dan mitos (metabahasa). Data sekunder yang dihimpun berupa informasi yang diperoleh dari sumber-sumber pustaka lain. Data dikumpulkan dan direduksi dengan menonton film dan melakukan pemilahan sesuai dengan topik penelitian. Data dianalisis dengan berfokus pada unit bahasa film seperti teknik pengambilan gambar, visual, dialog, serta suara. Hasil penelitian ini menampilkan representasi identitas gay tokoh Aris dalam film pendek independen. Aris memiliki konsep diri sebagai laki-laki dengan menampilkan ekspresi gender alternatif dalam ruang privatnya. Interaksi sosial Aris memperlihatkan banyaknya tekanan yang didapatkan oleh individu beridentitas gay atas orientasi seksual gay dalam masyarakat dengan budaya heteronormatif, seperti diskriminasi, stigma negatif, stereotip gender, serta maskulinitas sebagai seorang laki-laki yang pada akhirnya juga membuat Aris berkompromi dengan seksualitasnya melalui pernikahan heteroseksual. Homoseksualitas juga dianggap sebagai patologi sosial yang dapat disembuhkan. Relasi Aris dengan pasangannya tidak ditampilkan secara ekstrem dan bebas, melainkan hanya ditampilkan pada ruang privat. Identitas gay dalam film pendek independen Pria tidak ditampilkan sebagai dobrakan atas stereotip homoseksual dalam media.
LGBT or homosexuality is a sexual identity that is marginalized and gets a lot of negative stigma from society because it is considered not in accordance with heteronormativity culture in Indonesia. This marginalization is also represented in various mass media, including films. This representation can be found in various types of films including the independent short film Pria by Yudho Aditya which describes how homosexual identity and forms of discrimination are obtained from society. Independent films as side-stream media are considered capable of presenting sensitive issues as the main topic, not just a sideline. This study aims to see, explore and interpret the representation of gay identity shown in independent short films. This study used a critical paradigm with Roland Barthes' semiotic analysis method to breakdown the representation of gay identity in the short film Pria obtained from Yudho Aditya's YouTube channel. The semiotic analysis model used by Roland Barthes focuses on the meaning of the sign in two stages of significance on the elements of the signifier, signified, denotation, connotation, and myth (metalanguage). The secondary datas about LGBT and film collected from literature sources. Data were collected and reduced by watching the film and sorting the scenes according to the research topic. Data were analyzed by focusing on film language units such as shooting techniques, visuals, dialogue, and sound. The results of this study presented the representation of the identity of the gay character Aris in an independent short film. Aris has the self-concept as a man by displaying alternative gender expressions in their private space. Heteronormative culture that pressures gay can be seen from Aris' social interaction, such as discrimination, negative stigma, gender stereotypes, and masculinity as a man which ultimately makes Aris compromise with his sexuality through heterosexual marriage. Homosexuality is also considered as a curable social pathology. Aris's relationship with her partner is not shown in an extreme and freeway, but only in a private space. Gay identity in independent short film Pria is not presented as a breakthrough on homosexual stereotypes in the media.
Kata Kunci : LGBT, Representasi, Film Pendek Independen, Analisis Semiotika, Representation, Independent Short Film, Semiotic Analysis