PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP INSTITUSI PERKAWINAN DALAM NOVEL DIMSUM TERAKHIR KARYA CLARA NG
WISTA AYU PRATIWI, Prof. Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA.
2021 | Tesis | MAGISTER SASTRAPerempuan dianggap lebih pantas melakukan tugas dalam ranah perempuan, yaitu keluarga (rumah tangga). Perempuan yang sudah memenuhi syarat kedewasaan akan diinginkan untuk segera menjalani ikatan perkawinan. Perkawinan dalam hal ini sebagai sesuatu yang diwajibkan dan diharuskan. Akan menjadi sebuah persoalan jika perempuan tidak menjalani perkawinan. Akan tetapi, perempuan memiliki pilihan dalam kehidupannya untuk dapat melawan institusi perkawinan. Gambaran mengenai perlawanan perempuan terhadap institusi perkawinan ini diangkat oleh Clara Ng dalam karyanya yang berjudul Dimsum Terakhir novel ini menarik untuk diteliti lebih lanjut karena secara paradoks perempuan dapat menentukan kehidupannya sendiri untuk mendapatkan sebuah kebahagian dan kebebasan. Perlawanan perempuan terhadap institusi perkawinan terjadi karena para perempuan tidak ingin terikat dan menjalani perkawinan seperti halnya pada perempuan lainnya. Tokoh-tokoh perempuan ini mempunyai pilihan sendiri terhadap hidupnya, dan alasan-alasan yang menjadi sebuah perlawanan terhadap institusi perkawinan. Perempuan yang mandiri, meraih kebebasan dan bahagia tanpa harus menjalani ikatan perkawinan terhadap pasangan. Teori Feminine Mystique menjelaskan pola-pola perempuan dalam menentukan jalan kehidupannya, sebagai perempuan New Woman menunjukan kemandirian, bebas dan bahagia dengan pilihan hidupnya. Clara Ng sebagai penulis perempuan melalui karyanya Dimsum Terakhir menunjukan dan menggambarkan bahwa perempuan dapat mempunyai kehidupan yang mandiri, bebas tanpa ada paksaan dari siapa pun untuk menentukan hidupnya. Dalam kehidupan saat ini bahwa perempuan dianjurkan untuk menjalani perkawinan bahkan akan menjadi sebuah persoalan jika perempuan tidak menjalaninya. Kata Kunci: Perempuan, perkawinan, feminine mystique, persoalan perempuan
Women are deemed more appropriate to perform tasks in the realm of women, namely the family (household). Women who have met the maturity requirements will be wanted to immediately undergo the marriage bond. Marriage in this case is something that is obligatory and required. It will be a problem if women do not undergo marriage. However, women have a choice in life to be able to fight against the institution of marriage. The description of women's resistance to the institution of marriage is raised by Clara Ng in her work entitled Last Dimsum, this novel is interesting for further research because paradoxically, women can determine their own lives to gain happiness and freedom. Women's resistance to the institution of marriage occurs because women do not want to be bound and married like other women. These female characters have their own choices for life, and reasons that become a resistance to the institution of marriage. Women who are independent, gain freedom and are happy without having to undergo a marriage bond with their partner. Feminine Mystique theory explains the patterns of women in determining the course of their lives, as New Woman women show independence, freedom and happiness with their life choices. Clara Ng as a female writer through her work Dimsum Terbaru shows and illustrates that women can have an independent, free life without any coercion from anyone to determine their life. In today's life that women are encouraged to undergo marriage, it will even be a problem if women do not live it.
Kata Kunci : Perempuan, perkawinan, feminine mystique, persoalan perempuan