Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN RAWALO

AUFI AMANIA DEWI, Dra. Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D

2021 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Latar belakang: masa remaja pada remaja putri merupakan masa yang paling penting untuk pertumbuhan dan perkembangan reproduksi. Gangguan siklus menstruasi sering tidak disadari oleh sebagian besar remaja putri, dan banyak yang tidak mengetahui bahwa masalah status gizi dapat berdampak pada gangguan siklus menstruasi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri Metode: metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 95 responden diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: mayoritas remaja putri memiliki siklus menstruasi normal (50,5%) dan status gizi normal (42,1%). Meskipun demikian, masih terdapat remaja dengan status gizi kurang (32,6%) dan gizi lebih (25,3%) yang dapat berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi yang dialami remaja berupa polimenorrhea (17,9%) dan oligomenorrhea (31,6%). Hasil cross tabulasi juga menunjukkan bahwa 74,2% remaja dengan gizi kurang dan 66,7% remaja dengan gizi berlebih mengalami gangguan siklus menstruasi. Hasil uji chi square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan gangguan siklus menstruasi (p value: 0,001) Kesimpulan: terdapat hubungan antara status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja Putri di Kecamatan Rawalo

Background: adolescence among female adolescent is the most important period for reproductive growth and development. Menstrual cycle disorders are often not realized by most of the teenage girls, and many of them do not know that nutritional status problems can have an impact on menstrual cycle disorders. Purpose: the aim of this study was to determine the relationship between nutrional status and menstrual cycle disorders in female adolescent. Methods: the research methods of this study used analytical survey with cross sectional approach. Total of 95 respondents were taken using accidental sampling technique. Data were collected using. Bivariate analysis using the chi square test. Result: the majority of female adolescent have normal menstrual cycles (50.5%) and normal nutritional status (42.1%). Even though, there were still adolescents with malnutrition status (32.6%) and overnutrition (25.3%) which could be related to menstrual cycle disorders experienced by adolescents in the form of polimenorrhea (17.9%) and oligomenorrhea (31.6%). The results of the cross tabulation also showed that 74.2% of adolescents with malnutrition and 66.7% of adolescents with excess nutrition experienced menstrual cycle disorders. The result of the chi square test showed that there was a relationship between nutritional status and menstrual cycle disoreders (p value: 0,001). Conclusion: There was a relationship between nutrional status and menstrual cycle disordes in female adolescent in Rawalo district.

Kata Kunci : Status gizi, Gangguan siklus menstruasi, Remaja putri

  1. D4-2021-368349-abstract.pdf  
  2. D4-2021-368349-bibliography.pdf  
  3. D4-2021-368349-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2021-368349-title.pdf