NILAI PENDIDIKAN DAN AGAMA TOKOH ANTAGONIS PADA RELIEF JATAKA DI CANDI SOJIWAN DAN CANDI MENDUT
I GEDE EKA KESUMAJAYA, Dr. Niken Wirasanti, M.Si
2021 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIJataka adalah naskah cerita yang berisi kisah-kisah dalam perjalanan kehidupan berulang Sang Bodhisattwa sebelum terlahir menjadi Sidharta Gautama. Akan tetapi, cerita Jataka tidak selalu menonjolkan Bodhisattwa dalam setiap kisah, ditemukan juga kisah-kisah yang memperlihatkan peran aktif tokoh antagonis. Cerita Jataka dengan peran aktif tokoh antagonis dipahatkan pada dinding Candi Sojiwan dan Candi Mendut. Terdapat 11 cerita Jataka yang terpahat pada 17 panil relief di Candi Sojiwan dan Candi Mendut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tokoh-tokoh yang berperan sebagai antagonis, dan memperoleh gambaran nilai-nilai yang dikandung tokoh antagonis yang berperan dalam Jataka berdasarkan pada relief Jataka di Candi Sojiwan dan Candi Mendut terkait dengan nilai pendidikan dan nilai agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa relief cerita di Candi Sojiwan dan Candi Mendut, kemudian dipadukan dengan studi pustaka yang berkaitan dengan cerita Jataka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa penokohan tokoh antagonis dalam cerita yang ditemukan pada relief Jataka di Candi Sojiwan dan Candi Mendut menunjukkan kecenderungan sebagai tokoh yang berbanding terbalik dari sifat-sifat Sang Bodhisattwa daripada sebagai tokoh yang berperan menghalangi tokoh protagonis. Tokoh antagonis yang ditemukan pada relief ini adalah kura-kura, monyet, sapi jantan, singa, luwak, manusia, burung gagak, ular, serigala, burung bangau, dan burung merak. Nilai pendidikan yang dikandung merujuk pada aspek pendidikan moral dan karakter. Kemudian nilai agama yang dimiliki tokoh antagonis ditunjukkan dengan penyimpangan terhadap ajaran-ajaran Buddhisme. Nilai pendidikan dan agama yang dikandung tokoh antagonis diasumsikan sebagai panduan dan penyeimbang dalam pengembangan moral, karakter, dan spiritualitas diri. Tokoh antagonis menyampaikan pandangan lain yang mampu menjadi bahan refleksi agar lebih bijak dan dapat terhindar dari kejadian yang dapat merugikan diri-sendiri dan orang sekitar.
Jataka is a tales script that contains stories of the Bodhisattva's reincarnated journey before being born as Siddhartha Gautama. In every story inside the Jataka tales does not always feature the Bodhisattva, but there are also stories that show the role of the antagonist character. The Jataka tales that include the antagonist characters was carved on the walls of Sojiwan Temple and Mendut Temple. There are 11 Jataka stories carved on 17 relief panels at Sojiwan and Mendut temples. This research purpose is to identify characters who act as antagonist characters, and to obtain a general description of the values contained in the antagonist characters who play a role in Jataka tales based on the Jataka reliefs at Sojiwan and Mendut temples according to educational and religious values. The method used in this research is qualitative analysis. The data that collected were in the form of story reliefs in Sojiwan and Mendut temples, combined with literature studies that related to Jataka stories. Based on the research that has been done, it can be seen that the characterization of the antagonist in the story found in the Jataka reliefs at Sojiwan Temple and Mendut Temple shows a tendency to be a character that is inversely proportional to the characteristics of the Bodhisattva rather than a character who against the protagonist. The antagonist character found in these reliefs are turtles, monkeys, bulls, lions, mongoose, humans, ravens, snakes, wolves, cranes, and peacocks. Then the educational value refers to moral and character education aspects. Meanwhile, the religious values possessed by antagonist characters are shown by deviations from the teachings of Buddhism. The educational and religious values possessed by antagonist characters serve as a guide and counterweight in the self-moral, character and spirituality development. The antagonist character expresses another view of the Bodhisattva that could be a material for self-reflection so that the readers could be wiser and can avoid events that can harm themself and those around them.
Kata Kunci : Jataka, tokoh antagonis, Candi Sojiwan, Candi Mendut, relief