SIGNIFIKANSI PUISI Gyeoulbam, Bombam, DAN Gaeulbam, KARYA NA TAEJOO: KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE
IMMAS HANI FEBIYANTI, Febriani Elfida Trihtarani, S.S., M.A.
2020 | Skripsi | S1 BAHASA DAN KEBUDAYAAN KOREAPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan signifikansi yang terkandung dalam tiga puisi karya Na Taejoo, antara lain Gyeoulbam, Bombam, dan Gaeulbam. Ketiga puisi tersebut memiliki persamaan kata bam pada judul, sehingga akan dicari keterkaitan makna kata ini pada masing-masing puisi dengan menggunakan teori Semiotika Riffaterre. Ketiga puisi diterjemahkan, lalu dilakukan pembacaan heuristik dan hermeneutik, mencari matriks, model, varian, serta hipogram. Hasil penelitian ini adalah signifikansi dari tiga puisi karya Na Taejoo tersebut, serta makna kata bam dalam judul puisi. Kata bam yang berarti malam menggambarkan hati dari sang tokoh utama sajak yang kosong, gelap, dan suram karena ditinggal sang kekasih. Signifikansi puisi Gyeoulbam yaitu kenangan, menggambarkan sang tokoh utama yang merasa sedih karena kepergian sang kekasih, sehingga hatinya menjadi kosong dan perlahan menjadi dingin. Signifikansi puisi Bombam yaitu kerinduan, menggambarkan sang tokoh utama sajak merindukan kekasihnya yang telah pergi dan tidak bisa bertemu lagi. Signifikansi puisi Gaeulbam yaitu harapan, menggambarkan sang tokoh utama sajak perlahan sadar bahwa kekasihnya yang telah pergi tidak akan pernah kembali padanya.
This study was made in purpose to know the significance of three Na Taejoo's poems which are chosen as the objects of this study, they are Gyeoulbam, Bombam, and Gaeulbam. In their titles contained the word bam, in which the meaning behind that word will be researched too, hence Riffaterre's Semiotic theory will be used for this research. The poems will be translated first, the next step would be to apply heuristic and hermeneutic reading, followed by searching for matrixes, models, and variants, then finalized by finding the hypograms. The result of this study are three different significances of the mentioned Na Taejoo's poems above and the meaning behind the word bam which literally means night. The word bam in the titles expressed the poems' main character's heart. After their lovers left their sides, their heart(s) became empty, dark, and gloomy, like nighttime. On Gyeoulbam poem, the significance is memory. The main character feels sad because his/her lover has left his/her side, and all he/she could do is just reminisce their old memories. On Bombam poem, the significance is longing. The main character feels like he/she wants to see his/her lover whom has left, and attempting to do some things which could distract the longing feelings. On Gaeulbam poem, the significance is disappearing hope. The main character slowly realizes that his/her lover whom has left will never return to him/her, so his/her hopes are falling like dried leaves on autumn.
Kata Kunci : signifikansi, puisi Korea, semiotika, Na Taejoo, Malam Musim Dingin, Malam Musim Semi, Malam Musim Gugur