PENENTUAN WAKTU BAKU PRODUKSI DAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL PADA PROSES PENGEMASAN BERAS ORGANIK DI PT LINGKAR ORGANIK
GRAHITA SANDRA DEWI, Rocky Adiguna, SE., M.Sc., Ph.D.,
2020 | Tesis | Magister ManajemenKeberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih mendominasi kelompok usaha di Indonesia. Kinerja UMKM sampai saat ini masih belum optimal sehingga diperlukan evaluasi terlebih mengenai produktivitas. PT Lingkar Organik merupakan salah satu UMKM di Yogyakarta, yang bergerak pada bidang pengemasan bahan makanan organik. Perencanaan produksi menjadi salah satu kendala yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan, terutama terkait perencanaan produksi yang selama ini dilakukan tanpa memperhitungkan kapasitas serta waktu baku yang dimiliki. Peningkatan pada mekanisme penyelesaian kerja, mulai dari pengelolaan produktivitas, studi kerja dan teknik industri serta pelatihan, akan meningkatkan produktivitas. Studi waktu merupakan teknik yang melibatkan penentuan sampel waktu dari kinerja seorang pekerja yang digunakan untuk menentukan standar pelaksanaan suatu pekerjaan. Penentuan waktu baku dan alokasi tenaga kerja penting untuk dilakukan oleh PT Lingkar Organik sebagai langkah awal untuk perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap tingkat produktivitas yang dimiliki serta perencanaan produksi yang dilakukan. Perhitungan waktu baku yang kemudian akan menunjukkan angka kapasitas produksi, menjadi acuan perusahaan dalam menentukan perencanaan produksi yang lebih realistis dan dapat dicapai. Hasil pengukuran menggunakan studi waktu diperoleh waktu baku untuk pengerjaan proses pengemasan beras organik di PT Lingkar Organik adalah sebesar 118.37 detik atau 1 menit 58 detik untuk satu kemasan, dengan masing-masing elemen kerja memiliki waktu baku sebesar 5.11 detik pada proses pencurahan dan penyortiran, 20.69 detik pada proses pemuatan dan penimbangan, 51.23 detik pada proses vakum, dan 41.33 detik pada perekatan dan pelabelan. Jumlah tenaga kerja optimal yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan rata-rata produk perhari adalah sebanyak 6 pekerja. Kata kunci: produktivitas, pengukuran kerja, studi waktu, waktu baku
The existence of Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) still dominates the business group in Indonesia. However, the performance of UMKM is still not optimal and a prior evaluation of productivity is required. PT Lingkar Organik is one of the UMKM in Yogyakarta, engaged in the packaging of organic foodstings. Production planning is one of the problems that the company has to meet customer demand, especially regarding production planning that has been done without considering the capacity and standard time required. Improvements to work completion mechanisms, ranging from productivity management, work studies and industrial engineering and training, will increase productivity. Time study is a technique that involves determining the time sample of a worker's performance used to determine the standard of execution of a job. The determination of standard time and allocation of labor is important to be done by PT Lingkar Organik as the first step for the company to be able to evaluate the level of productivity owned as well as the production planning carried out. The calculation of standard time will then show the production capacity figures, being the company's reference in determining more realistic and achievable production planning. The measurement results using time study obtained standard time for organic rice packaging process at PT Lingkar Organik is 118.37 seconds which consists of 1 minute 58 seconds for one package, with each work element having a raw time of 5.11 seconds on the outpouring and sorting process, 20.69 seconds on the loading and weighing process, 51.23 seconds on the vacuum process, and 41.33 seconds on adhesives and labeling. The optimal amount of labor needed to meet the average demand of products per day is as many as 6 workers. Keywords: productivity, work measurement, time study, standard time
Kata Kunci : produktivitas, pengukuran kerja, studi waktu, waktu baku