PENGARUH STRES KERJA, KEBERMAKNAAN KERJA, DAN KEADILAN INTERPERSONAL PADA KETERIKATAN KERJA Studi pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit XYZ di Maluku Utara
PUSPITA FADILLAH, Gugup KIsmono, MBA., Ph.D.,
2020 | Tesis | Magister ManajemenKeterikatan kerja adalah pemikiran positif pada pekerjaan yang ditandai dengan vigor (semangat), dedication (dedikasi), dan absorption (penghayatan). Keterikatan kerja dipengaruhi oleh stres kerja, kebermaknaan kerja, dan keadilan interpersonal. Karyawan dalam hal ini adalah perawat rawat inap yang memiliki beban kerja yang tinggi akan mengalami kelelahan kerja sehingga memicu terjadinya stres kerja. Stres kerja berdampak pada tingkat kebermaknaan kerja menjadi tidak maksimal. Kebermaknaan kerja dapat ditingkatkan dengan pemberian inspirasi dan motivasi dari atasan yang disebut dengan keadilan interpersonal, sehingga dengan memiliki tingkat kebermaknaan kerja dan keadilan interpersonal yang tinggi pada perawat rawat inap akan membantu meningkatkan keberlangsungan produktivitas rumah sakit. Penelitian ini berfokus pada proses pengujian hipotesis dan bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh stres kerja, kebermaknaan kerja, dan keadilan interpersonal pada keterikatan kerja. Pengukuran variabel keterikatan kerja menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Schaufeli et al. (2002), variabel stres kerja menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Smith et al. (2000), variabel kebermaknaan kerja menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Steger et al. (2012), dan variabel keadilan interpersonal menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Colquitt (2001). Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melaui proses penyebaran kuesioner pada perawat rawat inap di Rumah Sakit XYZ Maluku Utara. Pengambilan sampel sebanyak 84 perawat yang dilakukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria perawat rawat inap dengan masa kerja minimal 6 bulan, dan merupakan perawat ruangan/instalasi yang disetujui untuk menjadi sampel penelitian dari pihak perizinan rumah sakit. Pengolahan data menggunakan metode regresi liner berganda dengan menggunakan SPSS versi 25. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) stres kerja berpengaruh negatif pada keterikatan kerja, (2) kebermaknaan kerja berpengaruh positif pada keterikatan kerja, dan (3) keadilan interpersonal berpengaruh positif pada keterikatan kerja.
Health quality is intended as one of the benchmarks in the Human Development Index (HDI) both nationally and internationally. HDI explains how residents in a country or region can access the results of development in obtaining income, education, and health (BPS, 2012). To find out the level of Indonesian HDI globally, the United Nations Development Program (UNDP) has published that for 2019 Indonesian HDI is ranked 111 out of 189 countries with a value of 0.707. This figure is an increase for Indonesia which in the previous year was ranked 116th with a value of 0.694. However, this figure is still behind when compared to other Southeast Asian countries, such as Singapore which ranks 9th with a value of 0.935, Brunei Darussalam is ranked 43rd with a value of 0.845, Malaysia is ranked 61st with a value of 0.804, while Thailand and the Philippines are at level 77 and 106 with values of 0.765 and 0.712, respectively. The government is always making efforts to improve the quality of human development in Indonesia, one of which is by improving the quality of health. At present the improvement of health services is realized through a healthy Indonesia based family program to achieve optimal levels of public health. Another effort that can be done to support the improvement of health services is the realization of a high level of work attachment to health workers. Health workers who have a high work engagement can optimize the realization of the quality of health services by showing nimble performance and being able to apply the code of ethics of service properly. One of the codes of ethics in service is to arrange health workers to carry out services in a friendly and workmanlike manner. Health workers who need attention are nurses. Nurses are the health workers with the most number in hospitals. This makes nurses as health workers who most often interact with patients moreover in patients who have more time in controlling health. Therefore nurses have an important role as a determinant of satisfaction with health services in hospitals
Kata Kunci : keterikatan kerja, stres kerja, kebermaknaan kerja, keadilan interpersonal