Laporkan Masalah

Karakteristik Kawasan Sekitar Halte BRT Trans Siginjai Jambi berdasarkan Aspek Tata Guna Lahan & Aksesibilitas

NINDYA K SUWARTO, Prof. Ir. Bambang Hari W., MUP., M.Sc., Ph.D.

2020 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dalam mengatasi permasalahan kemacetan dalam kota adalah dengan meningkatkan penggunaan transportasi publik. Transportasi publik BRT Trans Siginjai Jambi telah beroperasi selama 2 tahun pada koridor 1 dan memiliki 11 titik halte. Perletakan titik transit menjadi salah satu faktor penentu peran halte terhadap kawasan sekitar. Keberagaman fungsi lahan dan fasilitas dalam jarak dekat pada kawasan transit mampu mereduksi waktu perjalanan, sehingga dibutuhkan pemetaan komposisi fungsi lahan yang akan menentukan karakter fisik kawasan di sekitar simpul transit. Dalam pengoperasiannya pun kualitas pelayanan transportasi publik Trans Siginjai menjadi sorotan terutama pada aksesibilitas dari titik atraktor di sekitar Kawasan terhadap titik halte. Aksesibilitas di sekitar titik halte masih kurang layak dilalui pedestrian khususnya kaum difabel. Penelitian ini membahas mengenai karakteristik Kawasan sekitar halte menggunakan metode kuantitatif & kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menentukan karakteristik halte berdasarkan variabel tata guna lahan. Selanjutnya, untuk menentukan tingkat aksesibilitas dari setiap karakter Kawasan menggunakan metode kuantitatif-kualitatif. Penilaian aksesibilitas secara kuantitatif berdasarkan 5 variabel yaitu, keterhubungan, kemudahan, kenyamanan, keramahan, dan kejelasan. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menilai aspek kenyamanan dan kejelasan melalui wawancara. Hasil penelitian berupa dialog antara karateristik Kawasan sekitar halte dengan tingkat aksesibilitasnya. Hasil penelitian memaparkan bahwa Kawasan Halte pada Koridor I BRT Trans Siginjai Jambi memiliki 3 karakteristik, yaitu Kawasan Halte Kota, Kawasan Halte Lingkungan, dan Kawasan Halte Khusus. Ketiga karakteristik Kawasan Sekitar Halte BRT Provinsi Jambi tersebut memiliki tingkat aksesibilitas yang berbeda, Kawasan Halte Kota memiliki tingkat aksesibilitas baik, Kawasan Halte Lingkungan memiliki tingkat aksesibilitas buruk, dan Kawasan Halte Khusus memiliki tingkat aksesibilitas kurang baik.

Jambi Provincial Government tries to overcome congestion by providing public transportation. Public transportation Trans Siginjai Jambi has been operating for 2 years and has 11 BRT stations. Placing transit node on the diversity of land-use and facilities close to the transit area can reduce travel time, so it is necessary to map the land-use that will determine the physical characteristics of the area around the transit node. In its operation, the quality of Trans Siginjai services is in the spotlight, especially in the accessibility of the activity center to the BRT stations. Accessibility around BRT station is still not suitable for pedestrians, especially those with disabilities. This study using quantitative & qualitative methods. The quantitative method is used to determine the characteristics of BRT Stations based on land-use variables. Furthermore, to determine the level of accessibility of each Regional character using quantitative-qualitative methods. Quantitative accessibility assessment is based on 5 variables: connected, convenient, comfortable, convivial, and conspicuous. While the qualitative method is used to assess aspects of comfortable and conspicuous through interviews. The results of the study took the form of a dialogue between the characteristics of the area around the bus stop and the level of accessibility. The results of the study show that the BRT stations area in Corridor I of the Trans Siginjai Jambi BRT has 3 characteristics, namely the City Station, Neighborhood Station, and Special Activity Station. The three characteristics of the surrounding area of BRT Stations in Jambi Province have different levels of accessibility, the City Station has a good level of accessibility, the Neighborhood Station has a poor level of accessibility, and the Special Activity Station has a satisfactory level of accessibility.

Kata Kunci : BRT, tata guna lahan, aksesibilitas, pejalan kaki

  1. S2-2020-434596-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434596-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434596-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434596-title.pdf