Laporkan Masalah

STORYLINE SEBAGAI STRATEGI INTERPRETATIF DALAM MENYAMPAIKAN SEJARAH PERKEMBANGAN KOTA DAN MASYARAKAT: KAJIAN PERANCANGAN PADA MUSEUM SEJARAH JAKARTA

ASSYIFA DEWIAYUNDA P, Sektiadi, S.S., M.Hum.

2020 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Skripsi ini membahas mengenai penerapan elemen Storyline pada pameran Museum Sejarah Jakarta. Secara spesifik, penelitian ini berupaya untuk merancang storyline baru untuk Museum Sejarah Jakarta. Sebelum merancang storyline, penelitian terlebih dahulu berupaya merekonstruksi storyline museum dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi pameran terkini terkait elemen storyline untuk menemukan hal-hal yang dapat ditingkatkan dan perlu diperbaiki. Hal-hal tersebut kemudian digunakan sebagai poin dalam perancangan storyline baru. Pengambilan data diperoleh melalui observasi lapangan, studi dokumen, dan studi pustaka. Observasi lapangan dilakukan untuk merekonstruksi storyline pameran dengan mengidentifikasi kondisi terkini dari pameran terkait elemen storyline, kemudian studi dokumen membantu menentukan kesesuaiannya terhadap tujuan Museum Sejarah Jakarta. Data pustaka berperan sebagai acuan penelitian dalam mengembangkan rancangan storyline baru. Ditemukan dua poin utama pada penerapan elemen storyline yang perlu ditingkatkan museum, yaitu: Fokus dan Korelasi diantara seluruh elemen storyline serta penerapan label interpretatif. Poin-poin tersebut penting untuk diperhatikan dalam perancangan storyline baru untuk memaksimalkan penyampaian interpretasi mengenai sejarah perkembangan kota Jakarta dan masyarakatnya.

This research focuses on storyline elements implementation at Museum Sejarah Jakarta exhibition. This research particularly attempts to create a new storyline for Museum Sejarah Jakarta. Before forming a storyline design, this research attempts to reconstruct the museum storyline by identifying and evaluating current exhibitions linked to storyline elements implementation to find points that needs to be improved. Those points then used as a consideration for developing a new storyline design. The data are acquired through field observation, document studies, and literature studies. Field observation required to reconstruct museum storyline by identifying the current conditions of the exhibition that linked to storyline elements, and then document studies helped to determine the aptness of exhibition current condition to the objectives/goals of Museum Sejarah Jakarta. Data obtained from literature studies serves as principles for developing a new storyline design. The results of the research showed two main points that still needs to be improved, which are: Focus and Correlation amongst all the storyline�s elements, also interpretive label application. These points are vital for improving Museum Sejarah Jakarta�s delivery over interpretation of its urban and community development history through its new storyline design.

Kata Kunci : Museum Sejarah Jakarta, sejarah perkembangan kota dan masyarakat, storyline, museum, perancangan storyline, strategi interpretatif

  1. S1-2020-367392-abstract.pdf  
  2. S1-2020-367392-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-367392-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-367392-title.pdf