Laporkan Masalah

SOLIDARITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL A THOUSAND SPLENDID SUNS KARYA KHALED HOSSEINI: KAJIAN INTERSEKSI GENDER

NANA RUHAIDA, Dr Wening Udasmoro,M.Hum,DEA

2020 | Tesis | MAGISTER SASTRA

Novel A Thousand Splendid Suns berbicara mengenai solidaritas dua perempuan yang merupakan istri pertama dan kedua yang berasal dari usia dan kelas sosial yang berbeda dalam setting gejolak konflik politik di Afghanistan. Poligami biasanya menghasilkan persaingan di antara para istri, tetapi kedua perempuan tersebut justru memiliki solidaritas kuat dalam menghadapi kekerasan dari suami, masyarakat dan negara. Ada tiga rumusan masalah dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana solidaritas sesama perempuan digambarkan di dalam novel A Thousand Splendid Suns oleh Khaled Hosseini dan apa motivasi ideologisnya? Kedua, Mengapa solidaritas digarisbawahi sebagai sebuah fenomena masyarakat ketika menghadapi masa krisis yakni situasi kekerasan dan konflik? Ketiga, Bagaimana gender, kelas sosial, usia dan pendidikan menjadi aspek penting dalam solidaritas tersebut? Penelitian ini menggunakan konsep solidaritas perempuan dan interseksi gender dari Chandra Talpade Mohanty. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan berfungsinya mekanisme solidaritas oleh perempuan dari latar belakang kelas sosial, usia dan pendidikan yang berbeda untuk sebuah tujuan yang sama, yakni menumbangkan dominasi laki-laki yang kuat sebagai bagian dari konstruksi konjugal dan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data-data yang terkait dengan persoalan solidaritas dan interseksi gender. Penelitian ini mengungkapkan bahwa solidaritas perempuan menguat ketika mereka berada dalam situasi krisis yang sama sehingga satu-satunya cara menumbangkan dominasi maskulin berbentuk kekerasan adalah lewat solidaritas.

A Thousand Splendid Suns novel talks about the solidarity of two women who are the first and second wives from different ages and social classes in the political turmoil setting in Afghanistan. Polygamy usually produces competition between wives, but both women actually have strong solidarity in the face of violence from husband, Society and country. There are three problems in this study. First, how is the solidarity of fellow women portrayed in the novel A Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini and what is his ideological motivation? Second, why solidarity is underlined as a phenomenon of society when faced a crisis that is a situation of violence and conflict? Third, how do gender, social class, age and education become important aspects of this solidarity? This study uses the concept of women's solidarity and gender intersection from Chandra Talpade Mohanty. The purpose of this study is to explain the functioning of the mechanism of solidarity by women from different social class, age and educational backgrounds for the same purpose, namely subverting the domination of strong men as part of conjugal and social construction. The method used in this research is descriptive qualitative with data related to issues of solidarity and gender intersection. This research revealed that women's solidarity strengthens when they are in the same crisis situation so that the only way to subvert masculine domination in the form of violence is through solidarity.

Kata Kunci : solidaritas, interseksi gender, A Thousand Splendid Suns, Khaled Hosseini, Chandra Mohanty

  1. S2-2020-434534-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434534-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434534-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434534-title.pdf