Laporkan Masalah

Penggunaan Persepsi Netizen sebagai Strategi Meningkatkan Publikasi Pelestarian Cagar Budaya: Studi Kasus pada Page Facebook BPCB DIY

SHINTA DWI PRASASTI, Dr. Mimi Savitri, MA

2020 | Tesis | MAGISTER ARKEOLOGI

Tesis ini membahas tentang penggunaan media sosial untuk pelestarian cagar budaya. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi BPCB DIY sebagai Lembaga pemerintah pelestari cagar budaya. Media sosial yang menyajikan sarana komunikasi dua arah memberikan arah baru dalam publikasi. Media sosial menjadikan hubungan antara lembaga dan masyarakat semakin dekat. Media sosial juga menjadi sarana evaluasi penerapan kebijakan pelestarian oleh masyarakat. Hal ini sangat dibutuhkan dalam konteks pelestarian cagar budaya yang melibatkan masyarakat. Pelaksanaan media sosial di BPCB DIY belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketiadaan fase evaluasi. Penelitian ini bertujuan melihat persepsi netizen pada media sosial, sebagai bentuk evaluasi. Persepsi netizen ini dianalisis dengan pendekatan arkeologi publik. Pendekatan ini digunakan karena arkeologi publik melihat hubungan antara masyarakat dengan arkeologi. Platform media sosial yang menjadi objek penelitian adalah Facebook, karena platform ini paling banyak digunakan di Indonesia. Penelitian tentang persepsi netizen ini diharapkan dapat digunakan untuk merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas publikasi cagar budaya melalui media sosial. Persepsi netizen diambil dengan melakukan observasi pada platform media sosial Facebook yang dikelola oleh BPCB DIY. Data yang diambil berasal dari data insight. Selain itu juga dilakukan wawancara pada pengelola page dan praktisi media sosial, terkait pentingnya menggunakan data insight sebagai sumber untuk evaluasi perkembangan page maupun konten. Persepsi netizen bisa menjadi salah satu pendukung strategi membangun arsitektur informasi yang ideal untuk meningkatkan publikasi cagar budaya.

This thesis discusses the use of social media for the preservation of cultural heritage. This has become a challenge for BPCB DIY as a government institution to preserve cultural heritage. Social media that provides two-way communication gives a new direction in publication. It brings the relationship between institutions and the community become closer. It also can be a tool to evaluate the application of conservation policies by the society. This is very much needed in the context of preservation of cultural heritage that involves the society. The implementation of social media in BPCB DIY is not optimal. One contributing factor is the absence of an evaluation phase. This study aims to see the perception of netizens on social media, as a form of evaluation. These netizens' perceptions were analyzed with a public archeological approach. This approach is used because public archeology sees the relationship between society and archeology. The social media platform that is used as the object of research is Facebook, because this is the most widely platform used in Indonesia. Research on netizens' perceptions is expected to be used to design appropriate strategies to improve the quality of cultural heritage publications through social media. Netizens' perception is taken by observing Facebook social media platforms managed by BPCB DIY. The data taken comes from insight data. In addition, interviews were also carried out on page managers and social media practitioners, related to the importance of using insight data as a source for evaluating page developments and content. The perception of netizens can be one of the support strategy to build an ideal information architecture to enhance the publication of cultural heritage.

Kata Kunci : Kata Kunci: media sosial, persepsi Netizen, pelestarian cagar budaya, arkeologi publik

  1. S2-2020-434407-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434407-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434407-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434407-title.pdf