Evaluasi Ketidaknyamanan Kerja pada Pekerja Palleting Air Minum Dalam Kemasan dengan Posisi Kerja Berdiri di PT. XYZ
FIRSTAMA SAKA A, Ir. Guntarti Tatik Mulyati, M.T. dan Dr. Ir. Didik Purwadi, M.Ec.
2020 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANSalah satu permasalahan ergonomi dalam industri adalah postur kerja yang diakibatkan oleh gerakan mengulang secara terus menerus dengan beban yang cukup berat. Permasalahan tersebut apabila tidak segera diperbaiki dapat berisiko terhadap Musculoskeletal Disorders (MSDs). Stasiun kerja palleting di PT. XYZ masih dioperasikan secara manual. Sebanyak 18 pekerja merasakan ketidaknyaman pada anggota tubuh saat melakukan palleting. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ketidaknyamanan anggota tubuh pekerja untuk membuat rancangan alat bantu kerja pada stasiun kerja palleting. Penilaian awal postur kerja menggunakan Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Penilaian lanjutan menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dengan bantuan CATIA. Penilaian batas beban angkat menggunakan Recommended Weight Limit (RWL). Penilaian risiko postur kerja menggunakan Manual Task Risk Assessment (ManTRA). Penilaian tingkat ketidaknyamanan pekerja menggunakan Nordic Body Map (NBM). Tingkat kelelahan pekerja diukur berdasarkan denyut nadi. Palleting merupakan stasiun kerja terburuk berdasarkan skor OWAS. Hasil analisis RULA adalah seluruh aktivitas angkat kardus memerlukan perbaikan. Hasil LI origin dan destination terkecil berurutan adalah 2,27 dan 7,94 dengan RWL masing-masing adalah 1,44 kg dan 12,49 kg. Hasil dari ManTRA adalah seluruh bagian tubuh yang dianalisis memiliki skor lebih dari 15, yang berarti memiliki risiko tinggi dan diperlukan perbaikan segera. Hasil analisis NBM diperoleh 7 bagian tubuh yang dianggap memiliki skor terbesar, yaitu punggung, siku kiri dan kanan, tangan kiri dan kanan, serta paha kiri dan kanan. Hasil pengukuran denyut nadi menunjukkan pekerjaan yang dilakukan termasuk cukup berat. Hasil dari beberapa analisis tersebut adalah rancangan konsep dongkrak hidrolik putar.
One of the problems of ergonomics in the industry is the work posture caused by repetitive movements continuously with a heavy burden. These problems can be risky for Musculoskeletal Disorders (MSDs). Palleting work station at PT. XYZ is operated manually. As many as 18 workers felt discomfort in the limbs when palleting. This study aims to identify the inconvenience of workers' limbs to make the design of work aids at the palleting work station Initial assessment of work posture using Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Further assessment uses Rapid Upper Limb Assessment (RULA) with the help of CATIA. Lift load limit assessment uses the Recommended Weight Limit (RWL). Work posture risk assessment uses the Manual Task Risk Assessment (ManTRA). Assessment of the level of employee discomfort using the Nordic Body Map (NBM). The level of worker fatigue is measured by pulse. Palleting is the worst work station based on OWAS scores. The result of RULA analysis is that all cardboard lifting activities require repairs. The smallest LI origin and destination sequences were 2.27 and 7.94 with RWL of 1.44 kg and 12.49 kg, respectively. The result of ManTRA is that all the parts of the body analyzed have a score of more than 15, which means it has a high risk and immediate improvement is needed. The results of the NBM analysis obtained 7 body parts that are considered to have the greatest score, namely the back, left and right elbows, left and right hands, and left and right thighs. The results of pulse measurements indicate the work performed is quite heavy. The results of these analyzes are the design of the rotary hydraulic jack concept.
Kata Kunci : alat bantu kerja, CATIA, postur