Laporkan Masalah

Analisis Spasial Aglomerasi Ekonomi Terhadap Nilai Tanah di Kota Semarang

MAHOCCA S P, Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D.

2020 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Konversi lahan dari tahun ke tahun yang terjadi di Kota Semarang erat kaitannya dengan nilai pasar tanah. Tanah memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu dikelola dengan baik termasuk penetapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Berdasarkan peraturan perundangan Republik Indonesia tentang penilaian PBB belum mempertimbangkan karakteristik spasial yang erat kaitannya dengan aspek ekonomi dan lingkungan. Teori yang dikemukakan oleh para ahli menjelaskan bahwa tanah dan lokasi memiliki keterkaitan erat dalam aspek spasial yang telah mempertimbangkan karakteristik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran pola kegiatan ekonomi, nilai tanah dan variabel ekonomi lainnya dengan mempertimbangkan aglomerasi ekonomi serta pengaruhnya terhadap nilai tanah dengan mempertimbangkan efek spasial dan interaksi di dalam aglomerasi ekonomi. Analisis dilakukan dengan menghitung indeks nearest neighbor, kemudian dapat dilakukan analisis keruangan atau spasial dengan cara meng-overlay peta Kota Semarang. Pengaruh variabel kontrol terhadap variabel dependen dengan mempertimbangkan karakteristik spasial dianalisis menggunakan spatial econometrics. Gravity analysis digunakan untuk menganalisis kekuatan interaksi di dalam aglomerasi ekonomi. Hasil analisis spasial pada penelitian ini menunjukkan bahwa pola kegiatan ekonomi semakin berbentuk mengelompok (cluster pattern) pada kawasan yang semakin dekat dengan CBD. Hasil analisis regresi menggunakan spatial econometrics menunjukkan bahwa nilai tanah di Kota Semarang dipengaruhi secara signifikan oleh jarak menuju CBD dengan hubungan negatif dan tingkat kepadatan penduduk secara negatif serta kepadatan bangunan dengan hubungan positif. Interaksi ruang tertinggi terjadi diantara kawasan Simpang Lima City Center (SLCC) dengan kawasan Gajahmada Golden Triangle (GGT).

Land conversion from year to year that occurs in Semarang City is closely related to the market value of land. Land has high economic value and needs to be managed properly including the establishment of Land and Building Tax (PBB). Based on the laws and regulations of the Republic of Indonesia concerning PBB assessments, the spatial characteristics are not yet closely related to economic and environmental aspects. The theory put forward by experts explains that land and location have close links in spatial aspects that have taken into account regional characteristics. This study aims to analyze the distribution of patterns of economic activity, land values and other economic variables by considering economic agglomeration and its effect on land value by considering spatial effects and interactions in economic agglomeration. The analysis is done by calculating the nearest neighbor index, then spatial or spatial analysis can be done by overlaying the map of Semarang City. The effect of control variables on the dependent variable by considering spatial characteristics was analyzed using spatial econometrics. Gravity analysis is used to analyze the strength of interactions in economic agglomeration. The results of spatial analysis in this study indicate that the pattern of economic activity is increasingly clustered in areas that are closer to the CBD. The results of regression analysis using spatial econometrics show that land values in Semarang City are significantly affected by the distance to the CBD with a negative relationship and the level of population density negatively, building density with a positive relationship. The highest space interaction occurs between the Simpang Lima City Center (SLCC) area and the Gajahmada Golden Triangle (GGT) area.

Kata Kunci : Nilai Tanah, Aglomerasi Ekonomi, Analisis Spasial

  1. S2-2020-436720-abstract.pdf  
  2. S2-2020-436720-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-436720-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-436720-title.pdf