Laporkan Masalah

Analisis Dekonstruksi dan Ambivalensi dalam Novel Chanson Douce karya Leila Slimani

Albertine Darasita Anjani, Dr. Wening Udasmoro, S.S., M. Hum., DEA.

2020 | Skripsi | S1 SASTRA PRANCIS

Dalam memaknai sesuatu kita selalu dituntun oleh hierarki dominan dan kutub unggul yang dianggap sebagai kebenaran tunggal. Kebenaran tunggal tersebut dapat menimbulkan kerawanan terhadap diskriminasi ataupun peliyanan. Dengan konsep trace dan differance, pembacaan dekonstruksi membawa pada pemaknaan teks yang ramah terhadap The Others. Derrida mengatakan bahwa dalam pembacaan dekonstruksi tidak ada metode (pas de methode). Dengan demikian, tidak ada metode yang pasti. Chanson Douce merupakan novel karangan Leila Slimani yang berhasil memenangkan Prix Goncourt 2016. Novel ini menceritakan mengenai pembunuhan anak asuh oleh pramusiwi dan cerita didominasi oleh dinamika dalam hubungan keluarga dan pramusiwi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: walaupun terdapat dekonstruksi perspektif yang dilakukan oleh pengarang akan tetapi terdapat ambivalensi di dalam prosesnya. Teks masih terjebak dalam wacana kultur dominan antara lain: institusi keluarga yang melimpahkan beban ganda pada perempuan, narasi-narasi misoginistik dan patriarkal, stereotip rasial serta penggambaran kelas sosial bawah.

Every time we try to interpret something we are always influenced by the dominant and superior role of metaphysical hierarchy, which is often regarded as the "single truth. This single truth can facilitate discrimination or othering. With the concept of trace and differance, a deconstructionist reading leads to the meaning of texts that are "pro" to the others. Derrida said that in a deconstructionist reading there is no method (pas de methode). Thus, there is no rigid method. Chanson Douce is a novel written by Leila Slimani and won the Prix Goncourt 2016. This novel is about the killing of two siblings by the baby-sitter, the story is dominated by dynamics within family/babysitter relations. The main problem is that there is a deconstructive perspective carried out by the author but there is ambivalence in the process. Texts are still trapped in dominant cultural discourse, including family institutions which place a double burden on women, misogynistic and patriarchal narratives, racial stereotypes, and depictions of lower social classes.

Kata Kunci : Dekonstruksi, Derrida, Ambivalensi/Deconstruction, Derrida, Ambivalence

  1. S1-2020-378575-abstract.pdf  
  2. S1-2020-378575-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-378575-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-378575-title.pdf