Keberlanjutan Usahatani Sayuran pada Pertanian Perkotaan di Kota Yogyakarta
RAFIKA PUTRI D, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. ; Dr. Hani Perwitasari, M.Sc.
2020 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISAdanya pengalih fungsian lahan pertanian di Kota Yogyakarta. Pengalih fungsian lahan pertanian menurunkan kualitas lingkungan dan produksi sayuran perkotaan di Kota Yogyakarta. Keadaan ini menyebabkan konsumsi sayuran masyarakat Kota Yogyakarta jauh dari angka ideal. Adanya peristiwa ini mendorong pemerintah Kota Yogyakarta untuk menginisasi program tanam buah dan sayur bagi masyarakat, sehingga terbentuklah pertanian perkotaan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) Mengetahui karakteristik petani dan usahatani sayuran pada pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta, 2) Mengetahui tingkat keberlanjutan usahatani sayuran pada pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta, 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani sayuran pada pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta. Responden penelitian berjumlah 60 orang petani pemilik dan penggarap. Persepsi petani diukur dengan tiga dimensi keberlanjutan, kemudian dianalisis dengan indeks keberlanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberlanjutan dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani perkotaan Kota Yogyakarta yaitu seimbang laki-laki dan perempuan, penduduk Kota Yogyakarta, mayoritas berada di usia dewasa, mayoritas berpendidikan Sekolah Menengah Atas. Luas lahan yang dikelola tergolong sempit, komoditi yang diusahakan meliputi cabai merah, cabai rawit dan sawi serta mayoritas menanam dengan teknik budidaya horizontal, tingkat keberlanjutan usahatani sayuran pada pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani sayuran pada pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta adalah umur petani dan luas lahan pekarangan yang dimiliki petani.
There is a transfer of the function of agricultural land in the city of Yogyakarta. Changing the function of agricultural land decreases the quality of the environment and the production of urban vegetables in the city of Yogyakarta. This situation causes the consumption of vegetables in Yogyakarta City community is far from ideal. This event prompted the Yogyakarta City government to initiate a fruit and vegetable planting program for the community, so that urban agriculture was formed. Therefore this study was conducted with the aim of 1) Knowing the characteristics of farmers and vegetable farming in urban agriculture in Yogyakarta City, 2) Knowing the level of sustainability of vegetable farming in urban agriculture in Yogyakarta City, 3) Knowing the factors that affect the sustainability of vegetable farming in agriculture urban in the city of Yogyakarta. Research respondents numbered 60 farmers who are owners and tenants. Farmers' perceptions are measured by three dimensions of sustainability, then analyzed by a sustainability index. Factors that affect the level of sustainability are analyzed by multiple linear regression tests. The results of the study show that the characteristics of urban farmers in the city of Yogyakarta are balanced men and women, residents of the city of Yogyakarta, the majority are in adulthood, the majority are high school educators. The area of land managed is classified as narrow, the commodities cultivated include red chili, cayenne pepper and mustard greens and the majority of planting with horizontal cultivation techniques, the level of sustainability of vegetable farming in urban agriculture in the city of Yogyakarta is included in the category of quite sustainable and factors affecting the sustainability of vegetable farming in urban agriculture in the city of Yogyakarta is the age of the farmer and the size of the plot of land owned by the farmer.
Kata Kunci : Sustainability, perception, urban agriculture, Yogyakarta City