Laporkan Masalah

Konsep Situasi Batas dalam Novel A Farewell to Arms Karya Ernest Hemingway Ditinjau dari Filsafat Eksistensi Karl Jaspers

MUHAMMAD AGAM BRATA, Dr. Rizal Mustansyir

2019 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Jaspers mengatakan bahwa manusia tidak pernah terlepas dari situasi-situasi tertentu. Bahkan manusia mengubah dan menciptakan situasi-situasi. Betapa pun manusia melakukan perubahan-perubahan dia tetap terikat dengan situasi-situasi yang tidak dapat ditiadakan. Hal ini digambarkan oleh Ernest Hemingway dalam salah satu novelnya yang berjudul A Farewell to Arms yang menceritakan tentang perjuangan Henry pada saat Perang Dunia I di Italia dari mulai dia bertemu dengan teman baru dan orang yang dia cintai sampai dia kehilangan segalanya karena perang. Penelitian ini berjudul �¢ï¿½ï¿½Konsep Situasi Batas dalam Novel A Farewell to Arms Karya Ernest Hemingway Ditinjau dari Filsafat Eksistensi Karl Jaspers�¢ï¿½ï¿½. Kerangka teoretik yang digunakan adalah pemikiran Karl Jaspers tentang eksistensi dengan tujuan untuk menganalisis situasi batas dalam novel A Farewell to Arms karya Ernest Hemingway. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka. Sumber data dari penelitian ini diperoleh melalui penelusuran pustaka, yaitu novel A Farewell to Arms dan buku Philosophy Vol. 2 serta tulisan-tulisan yang terkait dengan novel A Farewell to Arms dan Filsafat Eksistensi Karl Jaspers. Metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah Hermeneutika Reflektif dengan unsur-unsur metodis yaitu interpretasi, koherensi intern, kesinambungan historis dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa situasi batas merupakan bukti bahwa manusia itu terbatas di hadapan sesuatu yang tidak terbatas. Situasi batas terdiri dari kematian, penderitaan, perjuangan dan rasa bersalah. Kematian merupakan keberakhiran dari manusia yang tidak diketahui dan dipahami, baik waktu, cara dan tempat terjadinya. Penderitaan merupakan suatu derita yang dialami manusia yang tidak bisa ia bagikan kepada manusia lainnya. Perjuangan merupakan suatu usaha yang harus dilakukan manusia untuk melampaui penderitaan dan meminimalisir terjadinya kematian. Rasa bersalah merupakan kesadaran karena telah melakukan tindakan yang salah. Eksistensi tokoh-tokoh dalam novel A Farewell to Arms telah mencapai puncaknya ketika mereka memutuskan untuk terus menghadapi situasi-situasi batas tersebut dan berkembang dihadapannya.

Jaspers said that humans can never be separated from certain situations. Even humans change and create situations. No matter how man makes changes he remains bound by situations that cannot be eliminated. This is illustrated by Ernest Hemingway in one of his novels entitled A Farewell to Arms which tells about Henry's struggle during World War I in Italy from the start he met new friends and people he loved until he lost everything because of the war. This study is entitled "The Concept of Boundary Situations in Novel A Farewell to Arms by Ernest Hemingway Judging from Karl Jaspers's Philosophy of Existence". The theoretical framework used is Karl Jaspers' thinking about existence with the aim of analyzing the boundary situation in the novel A Farewell to Arms by Ernest Hemingway. This research is a literature study. Data sources from this study were obtained through literature research, namely the novel A Farewell to Arms and the book Philosophy Vol. 2 as well as writings related to the novel A Farewell to Arms and the Philosophy of Existence Karl Jaspers. The method used to analyze the results of this study is Reflective Hermeneutics with methodical elements namely interpretation, internal coherence, historical continuity and description. The results of this study indicate that the boundary situation is evidence that humans are limited in the presence of something unlimited. A boundary situation consists of death, suffering, struggle and guilt. Death is the end of humanity that is unknown and understood, both the time, method and place of its occurrence. Suffering is a suffering experienced by humans that he cannot share with other humans. The struggle is an effort that must be done by humans to surpass suffering and minimize the occurrence of death. Guilt is an awareness of having done the wrong thing. The existence of the characters in the novel A Farewell to Arms has reached its peak when they decided to continue to face these boundary situations and develop before them.

Kata Kunci : Situasi batas, Eksistensi, Kematian, Penderitaan, Perjuangan, Rasa bersalah

  1. S1-2019-347758-abstract.pdf  
  2. S1-2019-347758-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-347758-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-347758-title.pdf