Laporkan Masalah

Menjaga Warisan Budaya: Nilai Kerja Perawat Film Seluloid (Studi Kasus di Sinematek Indonesia)

HAMIMA NUR HANIFAH, Dr. G. R. Lono Lastoro Simatupang M.A.

2019 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Ketika saat ini film seluloid sudah ditinggalkan dan tergantikan dengan teknologi pembuatan film digital yang lebih canggih, Sinematek Indonesia tetap berupaya melakukan kerja perawatan terhadap arsip film-film nasional. Pekerjaan merawat film tersebut diampu oleh Firdaus, yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 20 tahun untuk melestarikan dan menjaga warisan film Indonesia. Padahal, Firdaus juga menghadapi banyak resiko dan tantangan ketika dirinya bekerja, di antaranya adalah resiko kesehatan dan keberlanjutan akan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai kerja apa saja yang dihayati oleh Firdaus dan bagaimana aktivitas kerja serta nilai tersebut menyumbang pemahaman antropologis tentang kerja. Metode penelitian kualitatif dalam skripsi ini adalah wawancara mendalam, observasi lapangan, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa dalam melakukan kerjanya, Firdaus menghayati beberapa nilai yakni; kepedulian, kepercayaan, kenyamanan, dan kesenangan. Nilai-nilai kerja itu kemudian mengantarkan pemahaman antropologis tentang kerja. Dalam memahami suatu aktivitas bernama kerja, kita tidak hanya akan melihat pada untung-rugi suatu kerja secara ekonomi, namun juga pada nilai-nilai lain yang disematkan di dalamnya. Dalam kasus Firdaus, nilai-nilai kerja yang dihayatinya juga pada akhirnya dibentuk oleh jenis pekerjaannya, yakni perawat film seluloid, yang memandang film seluloid sebagai sesuatu yang berharga dan harus dijaga dengan baik.

When celluloid films have been abandoned and replaced with more sophisticated digital films, Sinematek Indonesia is still trying to do maintenance work on the national film archives. The work of caring for the film was managed by Firdaus, who has devoted himself for more than 20 years to preserving Indonesia's film heritage. In fact, Firdaus also faces many risks and challenges when he works, such as health risks and sustainability of human resources. This study aims to explain the value of what work is lived by Firdaus and how Firdaus's work activities contribute to anthropological understanding in interpreting work. Qualitative research methods in this thesis are in-depth interviews, field observations, literature studies and documentation. The findings show that in doing its work, Firdaus lived up to several values such as: caring, trust, comfort and pleasure. The values of work then deliver anthropological understanding of work. In understanding an activity called work, we will not only look at the advantages and disadvantages of a work in economic terms, but also on other values embedded in it. In the case of Firdaus, the work values that he lived on were also ultimately shaped by the type of work, which in this case was a celluloid film archivist, who viewed celluloid film as something valuable and had to be well maintained.

Kata Kunci : nilai kerja, film seluloid, perawat film seluloid, pelestarian film / work value, celluloid film, celluloid film archivist, film preservation

  1. S1-2019-383845-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383845-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383845-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383845-title.pdf