KEMAMPUAN INOVASI STRATEGIS PERUSAHAAN E-COMMERCE DI INDONESIA: STUDI PADA ZALORA
ZUSENANDA, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Ak., CA.,
2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi strategis di Zalora dengan menyelidiki mata rantai terlemah dalam rantai nilai inovasi beserta faktor-faktor penyebabnya, dan merumuskan solusi untuk meningkatkan mata rantai terlemah serta kemampuan inovasi perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja rantai nilai inovasi dari Hansen dan Birkinshaw (2007). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Wawancara semi terstruktur, kuesioner, observasi dan studi keperpustakaan digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar inovasi yang dilakukan oleh Zalora tergolong kedalam jenis incremental inovation yang bertujuan untuk memperbaiki produk yang sudah ada dengan fokus pada peningkatan kualitas dan perbaikan proses kerja. Bagian yang menjadi mata rantai terlemah pada rantai nilai inovasi adalah pada tahapan konversi ide. Pengembangan ide dan kolaborasi antar unit merupakan aktivitas terlemah yang menjadi hambatan bagi perusahaan dalam meningkatkan kemampuan inovasi perusahaan. Solusi yang diberikan sesuai dengan mata rantai terlemah adalah menetapkan mekanisme formal dalam mengatur kegiatan pengembangan ide, mengadakan pertemuan rutin yang dapat memfasilitasi komunikasi antar unit dan melaksanakan workshop secara berkala untuk menekankan tanggung jawab individu terhadap inovasi. Dengan kemampuan invovasi yang baik akan memungkinkan Zalora untuk menjadi perusahaan pertama yang menawarkan layanan atau model bisnis baru baik kepada pelanggan atau pemasok.
This research aims to identify strategic innovations in Zalora by investigating the weakest link in the innovation value chain along with its causal factors, and then formulating solutions to improve the weakest link and overall innovation capabilities of the company. This research was conducted using the innovation value chain framework from Hansen and Birkinshaw (2007). This study uses a qualitative research design. Semi-structured interviews, questionnaires, observations and library studies are used to collect data. The data analysis technique used in this study is an interactive model analysis. The results of this study indicate that most of the innovations conducted by Zalora could be categorized as incremental innovation that aims to improve existing products with a focus on improving the products quality and working processes. The weakest link in the innovation value chain of Zalora is the idea conversion stage. Idea development and cross pollination across units is the weakest innovations activity that could be a barrier for companies to improve their innovation capabilities. The solution provided in accordance with the weakest link is to establish a formal mechanism for organizing ideas development, hold regular meetings that can facilitate communication between units and carry out regular workshops to emphasize individual responsibility towards innovation. With good innovation capabilities, Zalora will be the first company to offer new services or business models either to customers or suppliers.
Kata Kunci : Inovasi strategis, kemampuan inovasi, inovasi, rantai nilai inovasi, strategic innovation, innovation capability, innovation, innovation value chain