Laporkan Masalah

KAJIAN POTENSI IMPLEMENTASI KONSOLIDASI TANAH DAN DESAIN SPASIAL DI BANTARAN SUNGAI KAHAYAN

BIMO HARYA TEDJO, Ir. Djurdjani, M.Eng., MSP., Ph. D.

2019 | Tesis | MAGISTER TEKNIK GEOMATIKA

Kawasan Flamboyan dan Danau Seha terletak di bantaran Sungai Kahayan Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Kawasan tersebut merupakan kawasan kumuh sehingga menjadi prioritas Pemerintah Kota Palangkaraya untuk pengentasan kawasan kumuh perkotaan. Penataan pertanahan dengan tujuan untuk perbaikan kawasan kumuh perkotaan dapat dilakukan dengan pendekatan konsolidasi tanah. Penyelenggaraan konsolidasi tanah tidaklah mudah. Penelitian ini dilakukan sebagai kajian awal implementasi konsolidasi tanah sehingga akan dapat meminimalkan kegagalan proyek. Analisis deskriptif digunakan untuk menguraikan semua parameter yang diperlukan dalam menentukan potensi dari konsolidasi lahan. Parameter terdiri dari parameter utama dan pendukung parameter yang diperoleh dari hasil sensus, fokus group diskusi (pemetaan partisipatif), dan wawancara kepada instansi pemerintah. Desain spasial 3D rencana konsolidasi disusun dengan varibel bentuk bangunan, posisi xyz bangunan, serta jenis usulan infrastruktur hasil pemetaan partisipasi. Hasil desain 3D alokasi ruang untuk infrastruktur dianalisis dengan rencana detail tata ruang (RDTR) untuk mengetahui kesesuaian dengan rencana penggunaan lahan. Hasil penilaian dengan teknik skoring dari parameter utama dan skoring parameter pendukung dihasilkan indeks parameter utama 3.83 dan indeks parameter penunjang 1.54. Nilai ini merupakan nilai yang dikategorikan berpotensi untuk implementasi konsolidasi tanah. Hasil analisis spasial alokasi ruang untuk kebutuhan infrastruktur berada pada kawasan yang diproyeksikan sebagai pemukiman pada RDTR.

Flamboyan and Danau Seha areas are located on the banks of Kahayan river, Palangkaraya, Central Kalimantan. These areas are considered as priority of alleviating urban slum. Implementing program to improve the quality of environment, without regulating against land uses conducted by KOTAKU. Land readjusment is not an authority of KOTAKU. Land readjustment aiming to improve slum area can be done by the land consolidation approach. Implementing land consolidation is not easy. Through this research, preliminary stages would be examined to minimize the failure of the project. A descriptive analysis was used to describe feasibility all parameters that is needed in determining a potency of land consolidation. The parameters consist of main parameters and supporting parameters were obtained by census, focus group discussions (participatory mapping), and questioning to the government agencies. The designing of 3D spatial requires variable that involving character of the buildings, and the needs of infrastructure by locals. Thereafter, Comparing between 3D spatial design and rencana detail tata ruang (RDTR) was done to figure out the suitability. The assessment used scoring technique method that involving main parameters and contributing parameters. Index generated by scoring of main parameters shows 3.83 point and by scoring of contributing parameters shows 1.54 point. Those values are categorized, potentially to conduct a land consolidation. Meanwhile, space that is needed to build infrastructure is in an area that projected to residential based on RDTR.

Kata Kunci : land consolidation, land readjusment, participatory mapping, good governance, Kahayan River

  1. S2-2019-419632-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419632-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419632-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419632-title.pdf