Laporkan Masalah

Praktik Gerakan Sekolah Menyenangkan Dalam Upaya Perbaikan Sistem Pembelajaran di Indonesia (Studi di SD Muhammadiyah Mantaran)

DZIKRULLAH UMAM, Dr. Muhamad Supraja, M.Si. ; Drs Purwanto, S.U.,M.Phil. ; Drs. Andreas Soeroso, M.S.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

ABSTRAK Pendidikan merupakan aspek penting sebagai penyokong akan kualitas suatu bangsa. Tidak meratanya kualitas, menjadi salah satu tanda belum tercapainya titik ideal oleh institusi pendidikan Indonesia. Hal lain yang menjadi tanda belum tercapainya titik ideal adalah dengan masih digunakannya sistem pendidikan konvensional, dimana transfer pengetahuan terjadi hanya dalam satu arah, maraknya tindakan bullying dan atmosfir sekolah kurang menyenangkan atau bahkan menakutkan bagi sebagian peserta didik, kondisi demikian mengundang keperdulian dari para pegiat sosial. Salah satu keperdulian dari pegiat sosial itu adalah dengan munculnya Gerakan Sekolah Menyenangkan, melalui idealismenya untuk menciptakan atmosfir pendidikan Indonesia yang menyenangkan dengan mengembalikan pendidikan seperti apa yang di harapkan Ki Hadjar Dewantara dan dengan melakukan pencerminan terhadap pendidikan yang ada di negara-negara maju, gerakan ini mencoba untuk meningkatkan kualitas dari pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Habitus, Ranah dan Modal (Piere Bourdieu), konsep pendidikan Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara untuk melihat bagaiaman praktik dari Gerakan Sekolah Menyenangkan, sebagai institusi sosial dalam upaya untuk melakukan perbaikan pada institusi pendidikan Indonesia dan bagaiamana hal tersebut di praktikkan oleh sekolah-sekolah yang tergabung dalam gerakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui metode ini dengan rincian kata serta susunan yang sistematis menghasilkan analisis klarifikasi yang lebih spesifik. Metode ini memudahkan peneliti dalam melihat Gerakan Sekolah Menyenangkan sebagai institusi sosial dan praktik dari idelisme yang dibawa. Dari penelitian ini dapat dilihat bagaimana praktik Gerakan Sekolah Menyenangkan dengan kombinasi habitus, arena, akumulasi modal dan peran Gerakan Sekolah Menyenangkan, guru, peserta didik dan orang tua peserta didik yang dirancang dan dimiliki oleh Gerakan Sekolah Menyenangkan memberikan perubahan yang penting dalam perbaikan dunia pendidikan Indonesia melalui eksistensi dan kemampuannya untuk merangkul sekolah-sekolah untuk bergerak bersama melakukan perubahan. Hal ini terlihat dari mulai banyaknya sekolah yang bergabung dan mulai terwujudnya pembelajaran yang melibatkan peran aktif dari peserta didik dan juga orang tua peserta didik. Yang menimbulkan proses belajar yang menyenangkan dimana sekolah selayaknya seperti taman untuk belajar dan juga mulai terkikisnya budaya proses pebelajaran gaya bank, berganti dengan proses dialogis antar peserta didik, guru dan juga orang tua peserta didik.

ABSTRACT Education is an important aspect as a support for the quality of a nation. The unquality problem, is one sign that the ideal of Indonesian educational institutions has not yet reached an ideal point. Another thing that is a sign that the ideal point is not yet reached is that the conventional education system is still used, where knowledge transfer takes place only in one direction, the bullying and school atmosphere are unpleasant or even frightening for some students. One of the concerns of the social activists was the emergence of the Gerakan Sekolah Menyenangkan, through its idealism to create a pleasant atmosphere of Indonesian education by returning to education as what was expected of Ki Hadjar Dewantara and by reflecting on education in developed countries, this movement trying to improve the quality of Indonesian education. This study uses the theories of Habitus, Arena and Capital (Piere Bourdieu), the educational concepts Paulo Freire and Ki Hadjar Dewantara to see the practices of the Gerakan Sekolah Menyenangkan, as a social institution in an effort to make improvements to Indonesian educational institutions and how they are practiced by schools incorporated in the movement. The research method used is descriptive qualitative, through this method with detailed words and systematic arrangement resulting in more specific clarification analysis. This method makes it easy for researchers to see the Fun School Movement as a social institution and the practice of idealism brought about. From this study it can be seen how the practice of the Gerakan Sekolah Menyen with a combination of habitus, arena, accumulation of capital and the role of the Gerakan Sekolah Menyenangkan, teachers, students and parents of students designed and owned by the Gerakan Sekolah Menyenangkan provide important changes in the improvement of the Indonesian education world through its existence and ability to embrace schools to move together to make changes. This can be seen from the beginning of the number of schools that joined and began the realization of learning that involved the active role of students and also parents of students. Which gives rise to a pleasant learning process where the school should be like a garden for learning and also the erosion of the culture of the bank-style learning process, changing with a dialogical process between students, teachers and parents of students.

Kata Kunci : Gerakan Sosial, modal sosial, pendidikan humanis

  1. S1-2019-384303-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-384303-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384303-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384303-Title.pdf