Laporkan Masalah

Pemenuhan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Bandara Adisucipto Yogyakarta

RESTU WIDI WIJAYANTI, Rizky Septiana Widyaningtyas, S.H.,M.Kn

2019 | Skripsi | S1 HUKUM

Pemenuhan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Di Bandara Adisucipto Yogyakarta Abstrak Oleh Restu Widi Wijayanti, Rizky Septiana Widyaningtyas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di Bandara Adisucipto Yogyakarta, peran pengelola bandara dan kendala dalam penyelenggarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif empiris, dengan jenis dan sumber data primer dan sekunder. Dengan melakukan observasi dan wawancara lapangan terhadap para penyandang disabilitas yang berada di Bandara Adisucipto. Dengan ragam disabilitas yang berbeda maka akan diketahui aksesibilitas apa sajakah yang dibutuhkan dan aksesibilitas apa yang perlu diperbaiki agar kedepannya dapat digunakan dan memenuhi hak para penyandang disabilitas untuk merasakan pelayanan publik yang sama dengan yang lain. Lalu dengan diketahui peran PT Angkasa Pura dalam penyelenggaraannya maka akan didapat kesimpulan apakah peran tersebut sudah dijalankan jika dibandingkan dengan fakta lapangan yang didapat dari hasil wawancara di lapangan. Akan diketahui juga kendala-kendala yang dihadapi dan solusi untuk setiap komplain yang didapatkan dalam penelitian ini. Setelah dilakukan penelitian di Bandara Adisucipto dapat diketahui bahwa masih ada aksesibilitas untuk penyandang disabilitas yang belum terpenuhi. Baik dari segi aksesibiitas fisik dan non-fisik. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pemenuhan aksesibilitas masih ditemukan adanya kendala-kendala yang terjadi di lapangan contohnya untuk aksesibilitas fisik yaitu sudah tidak tersedianya lahan untuk memberikan fasilitas khusus untuk para disabilitas, keberadaan toilet disabilitas yang belum merata, tempat parkir yang terlalu jauh sehingga susah dijangkau para penyandang disabilitas, dan masih kurangnya ruangan/kamar yang belum dilengkapi label, nama, nomor dalam huruf braille. Sedangkan untuk aksesibilitas non fisik yaitu belum adanya data tiap tahunnya sehingga tidak diketahui penyandang disabilitas mana yang paling membutuhkan layanan di bandara, tidak adanya mekanisme komplain yang jelas sehingga penyandang disabilitas tidak bisa menyuarakan haknya untuk perbaikan fasilitas, masih banyak petugas bandara yang belum mengetahui pelatihan cara yang benar untuk membantu para penyandang disabilitas karena keterbatasan pengetahuan untuk memahami bahasa isyarat sehingga para penyandang disabilitas tidak mendapatkan informasi yang ingin diketahuinya saat berada di Bandara Adisucipto.

Accessibility Fulfillment for People with Disabilities in Adisucipto Airport Yogyakarta ABSTRACT By Restu Widi Wijayanti, Rizky Septiana Widyaningtyas This study aims to find out accessibility fulfillment for persons with disabilities in Yogyakarta's Adisucipto Airport, the role of airport management and the constraints in its implementation. This study uses an empirical normative approach, with types and sources of primary and secondary data. By conducting observations and field interviews with persons with disabilities at Adisucipto Airport. With different types of disabilities, what accessibility will be needed and what accessibility needs to be improved so that in the future it can be used and fulfill the rights of persons with disabilities to feel the same public services as others. Then with the known role of PT Angkasa Pura in its implementation, it will be concluded that this role has been carried out if being compared to the facts of the field obtained from interviews in the field. There will also be known the obstacles and the solutions for each complaint obtained in this study. After conducting research at Adisucipto Airport, it can be seen that there is still accessibility for persons with disabilities that have not been fulfilled. Both in terms of physical and non-physical accessibility. The results of the study showed that in the fulfillment of accessibility there were still obstacles in the field. For example for physical accessibility, there is no land available to provide special facilities for disable persons, the existence of disability toilets that are not evenly distributed, parking spaces that are too far away so difficult to reach for disable persons, and still lack of rooms without labels, names, numbers in letters braille. Whereas for non-physical accessibility, there is no annual data so it is unknown which persons with disabilities who need the most services at the airport, there is no clear complaint mechanism so that persons with disabilities cannot voice their rights to improve facilities, there are still many airport officers who do not know how the right-way to help people with disabilities because of limited knowledge to understand sign language so that people with disabilities do not get the information they want to know while at Adisucipto Airport.

Kata Kunci : Aksesibilitas, Disabilitas, Bandara, Accessibility, Disability, Airport

  1. S1-2019-382582-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382582-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382582-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382582-title.pdf