Laporkan Masalah

KAJIAN POLA PEMASARAN PRODUK TUMPANGSARI (Sebuah Studi Pemasaran Produk Ketela Masyarakat di Proyek

M. Zainal Arifin, Ir. Heru Iswantoro, MA

1997 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pemasaran produk tumpangsari seringkali diserahkan sepenuhnya kepada petani hutan peserta proyek kehutanan sosial, akibatnya karena ketidakmampuan modal dan organisasi petani menyebabkan nilai komersial produk tumpangsari rendah. Rendahnya nilai komersial produk tumpangsari, khususnya ketela (Manihot esculenta Grant) akhirnya menjadi penyebab hilangnya nilai pendapatan yang seharusnya menjadi milik petani. Lebih lagi dengan adanya posisi tengkulak yang cenderung melemahkan kemampuan pemasaran petani hutan. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara , survei terstruktur, dan observasi partisipasi. Penentuan lokasi studi dilakukan dengan cara "Purposive Sampling". Lokasi studi yang dipilih adalah RPH Ngadirejo, yang memiliki nilai penjualan ketela yang terbanyak. Produk ketela masyarakat digunakan sebagai food security sebanyak 25% dari hasil produk, selebihnya dijual untuk memperoleh income rumah tangga. Pola pemasaran ketela petani masih menempatkan tengkulak sebagai faktor penentu kualitas dan harga ketela. Usaha yang dapat dilakukan untuk memindahkan margin pemasaran yang diperoleh tengkulak sebesar Rp. 55/Kg ke tangan petani adalah dengan melakukan: 1. Pembenahan organisasi dan administrasi KTH, 2. Pembenahan sistem pengawasan dari pihak pelaksana proyek, 3. Pengadaan pola bantuan simpan-pinjam dan bantuan transportasi hasil.

Kata Kunci : Pemasaran, Pendapatan Petani, Tumpangsari

  1. S1-FKT-1997-76540-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1997-76540-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1997-76540-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1997-76540-title.pdf