Persepsi dan Pengetahuan Serta Faktor Pendukung dan Penghambat Pola Konsumsi Makanan Pokok
Haifa Sholihah, Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes ; R. Dwi Budiningsari, SP, M.Kes, Ph.D
2019 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANDiabetes mellitus tipe 2 dan prediabetes semakin banyak ditemukan pada kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Makanan pokok pada hampir seluruh masyarakat di Asia adalah beras sedangkan pola konsumsi beras dianggap sebagai faktor risiko penting untuk diabetes di banyak negara. Beras putih memiliki indeks glikemik (IG) relatif tinggi dibanding makanan pokok yang lain. Terdapat hubungan positif antara IG makanan dengan risiko diabetes tipe 2. Memodifikasi pola konsumsi beras dengan makanan pokok lain yang memiliki IG rendah seperti beras merah direkomendasikan untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2. Guna menciptakan strategi potensial untuk mendorong perubahan pola konsumsi, penting memahami faktor-faktor yang dapat berpengaruh dalam pola konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi, pengetahuan, dan karakteristik individu dengan pola konsumsi makanan pokok serta faktor pendukung dan penghambat pola konsumsi makanan pokok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional cross-sectional. Penelitian dilakukan pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada pada bulan Februari-April 2019. Subjek terdiri dari 108 orang dari 4 klaster dan berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia. Variabel yang diteliti meliputi persepsi, pengetahuan, karakteristik individu, faktor pendukung dan penghambat pola konsumsi makanan pokok serta keberagaman pola konsumsi makanan pokok. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square dan uji korelasi Spearman. Tidak terdapat hubungan bermakna antara persepsi dengan pola konsumsi (p=0,577). Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pola konsumsi (p=0,190). Faktor karakteristik individu yang memiliki hubungan bermakna dengan pola konsumsi adalah jenis kelamin (p=0,021), daerah asal (p=0,000), dan pekerjaan orang tua (p=0,036). Faktor paling banyak yang menjadi pendukung pola konsumsi adalah faktor kesehatan dan gizi (n=60). Sedangkan faktor yang menghambat pola konsumsi adalah harga yang tinggi (n=71). Tidak terdapat hubungan antara persepsi dan pengetahuan dengan pola konsumsi makanan pokok. Tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara faktor karakteristik individu pada beberapa aspek. Faktor pendukung dan penghambat pola konsumsi makanan pokok berturut-turut yaitu faktor kesehatan dan gizi dan harga yang tinggi.
Type 2 diabetes mellitus and prediabetes are found increasing among children, young, and young adults. The staple food of almost all people in Asia is rice while the rice consumption pattern is considered an important risk factor for diabetes in many countries. White rice has a relatively high glycemic index (GI) compared to other staple foods. There is a positive relationship between GI of food and the risk of type 2 diabetes. Modifying the consumption patterns of rice with other low-GI staple foods such as brown rice is recommended to reduce the risk of type 2 diabetes. It is important to understand the factors which can affect consumption patterns in order to create potential strategies to encourage changes in consumption patterns. The purpose of this research is to find out the relationship between perceptions, knowledge, individual characteristics with staple food consumption patterns and find out factors that support and inhibit staple food consumption patterns. This research is a cross-sectional observational study. The study was conducted at Gadjah Mada University Students in February-April 2019. The subjects consisted of 108 people from 4 clusters and came from various regions in Indonesia. The variables studied included perceptions, knowledge, individual characteristics, supporting and inhibiting factors of staple food consumption patterns and the diversity of staple food consumption patterns. The statistical test used was chi square test and Spearman correlation test. There is no significant relationship between perceptions and consumption patterns (p = 0.577). There is no significant relationship between knowledge and consumption patterns (p = 0.190). Individual characteristic factors that have a significant relationship with consumption patterns are gender (p = 0.021), origin area (p = 0.000), and parent work (p = 0.036). The most supportive factor in consumption patterns are health and nutrition factors (n = 60). While the most inhibiting factor in consumption patterns are high prices (n = 71). There is no relationship between perceptions and knowledge with staple food consumption patterns. But there is a meaningful relationship between individual characteristic factors in several aspects. Supporting and inhibiting factors of staple food consumption patterns respectively are health and nutrition factors and high prices.
Kata Kunci : : persepsi, pengetahuan, karakteristik individu, pola konsumsi makanan pokok/perception, knowledge, individual characteristics, staple food consumption patterns