Laporkan Masalah

EVALUASI IMPLEMENTASI RBO PERFORMANCE BENCHMARKING PADA BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI SERAYU OPAK

TIKA AREFIANI, Prof. Dr. Indra Bastian, MBA., CMA., Ak., CA

2019 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi penyebab kesenjangan yang menyebabkan belum dimanfaatkannya Rencana Aksi kegiatan River Basin Organization Performance Benchmarking (RBO PB) sebagai bahan perencanaan di BBWS Serayu Opak dan menemukan solusi yang sesuai untuk menutupnya. Data penelitian berasal dari wawancara, analisis dokumen, serta observasi. Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan model Gap Analysis oleh Clark dan Estes (2002). Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab dari kesenjangan adalah sebagai berikut. Kesenjangan skill dan Knowledge terjadi karena belum dikomunikasikannya RBO PB kepada seluruh karyawan di Lingkungan BBWS Serayu Opak yang menyebabkan perbedaan dalam pemahaman terhadap tujuan dan ruang lingkup pelaksanaan kegiatan RBO PB, kesenjangan tersebut diperlebar dengan ketidaksinkronan antara SK Tim dan KAK dengan Pedoman RBO PB yang menyebabkan perbedaan pemahaman prosedur di antara anggota Tim RBO. Kesenjangan motivasi terjadi perbedaan keahlian yang dimiliki, dan belum ada sistem reward dan punishment. Sedangkan kesenjangan yang bersifat keorganisasian terjadi karena adanya segmentasi dalam pembagian tanggung jawab menurut pekerjaan dan pengguna anggaran. Upaya untuk menutup kesenjangan tersebut dapat dilakukan dengan cara knowledge sharing, perbaikan prosedur, penegakan sistem reward dan punishment, dan dukungan yang kuat dari pimpinan dan jajaran manajemen dalam pelaksanaan RBO PB. Kata kunci: Performance Benchmarking, perencanaan, gap, kinerja

Plans as planning material in Opak BBWS Serayu find suitable solutions to close the Gaps. The research data comes from interviews, document analysis, observation. This research is qualitative using the Gap Analysis model by Clark and Estes (2002). The results of the study show that the causes of the gap are as follows. The skill and knowledge gap occurred because the RBO PB had not been communicated to all employees in the BBWS Serayu Opak which caused differences in understing the objectives scope of implementation of the RBO PB activities, the gap was widened by the inconsistencies between provision letter Term of Refference with RBO Guidelines that caused differences understing of procedures among members of the RBO Team. Motivation gap occurs because of the difference of expertise possessed, there is no system of reward punishment. While organizational gaps occur because of segmentation in the division of responsibilities according to work budget users. Efforts to close the gap can be done by means of knowledge sharing, improved procedures, enforcement of a reward and punishment system, strong support from leaders management in implementing the RBO PB. Keywords: Performance benchmarking, planning, gap, performance

Kata Kunci : Performance Benchmarking, perencanaan, gap, kinerja

  1. S2-2019-391694-abstract.pdf  
  2. S2-2019-391694-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-391694-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-391694-title.pdf