Pola Pemasaran Industri Kerajinan Bambu di Kabupaten Sleman
HENNY MULANDARI, Dr. Sri Rahayu Budiani, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANKerajinan merupakan salah satu yang menjadi daya tarik pariwisata khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi wisata utama di Indonesia. Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kerajinan pengolahan yang terbanyak. Kerajinan pengolahan yang paling banyak ada di Kabupaten Sleman ialah kerajinan bambu. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mengetahui jenis produk kerajinan bambu yang paling banyak di Kabupaten Sleman. Kedua, mengetahui pola pemasaran industri kerajinan bambu di Kabupaten Sleman. Ketiga, mengetahui strategi pemasaran industri kerajinan bambu di Kabupaten Sleman terkait dengan keunggulan bersaing. Penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan karena menunjukkan pola saluran distribusi pemasaran yang dibentuk beserta jangkauannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan kuesioner yang kemudian dikuatkan secara kualitatif dengan wawancara lebih mendalam. Responden dari penelitian ini ialah pengrajin bambu di Kabupaten Sleman dengan mengambil sampel secara acak disetiap dusun. Jumlah responden yang diambil dengan menggunakan metode proporsionate random sampling yaitu sebanyak 87 responden. Metode analisis yang digunakan ialah deskriptif kuantitatif dengan dibantu hasil olahan data secara persentase yang kemudian diperkuat secara kualitatif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa (1) Jenis produk kerajinan bambu di Kabupaten Sleman terdiri dari mebel bambu, gedek dan anyaman kepang, perabotan rumah tangga dari bambu, dan souvenir dari bambu. Jenis produksi kerajinan bambu yang paling di Kabupaten Sleman ialah besek. (2) Pola pemasaran kerajinan bambu yang ada di Kabupaten Sleman terbagi menjadi enam pola pemasaran. Pola pemasaran yang digunakan oleh pengusaha berdasarkan jenis produk kerajinan bambu bervariasi. (3) Pengusaha dapat melakukan berbagai macam alternatif strategi pemasaran yang dihasilkan dari perumusan strategi dengan matriks SWOT.
Craft is one of the tourism attraction especially in Special Region of Yogyakarta the main tourism destination in Indonesia. Sleman Regency is one of the districts that has the most processing crafts. The most processing craft in Sleman Regency is bamboo crafts.This research has three objectives. First, knowing the types of bamboo craft products that are the most in Sleman Regency. Second, knowing the marketing pattern of the bamboo craft industry in Sleman Regency. Third, knowing the marketing strategy of the bamboo craft industry in Sleman Regency related to competitive advantage. This research uses a spatial approach because it shows the pattern of marketing distribution channels that are formed along with their range. This research uses quantitative methods using questionnaires which are then qualitatively strengthened by in-depth interviews. Respondents from this research were bamboo craftsmen in Sleman Regency by taking random samples in each hamlet. The number of respondents taken using proportional random sampling method is as many as 87 respondents. The analytical method used is quantitative descriptive, with the help of processed data in percentages which are then strengthened qualitatively. The results of the research show that (1) Type of bamboo craft products in Sleman Regency consist of bamboo furniture, gedek and anyaman kepang, household bamboo furniture, and bamboo souvenirs. The most type of bamboo craft products in Sleman Regency are besek. (2) The marketing pattern of the bamboo craft industry in Sleman Regency is divided into six patterns. The marketing pattern used by entrepreneurs based on the types of bamboo carft products varies. (3) Entrepreneurs can make various alternative marketing strategy with the SWOT matrix.
Kata Kunci : industri kerajinan bambu, pola pemasaran, strategi pemasaran