Persepsi dan Harapan Pemustaka Atas Layanan Learning Commons Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
DWI FITRINA C, Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si
2018 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIAUntuk mencapai kepuasan, perpustakaan perlu memberikan layanan yang maksimal terhadap pemustaka. Untuk mengukur kepuasan pemustaka dapat menggunakan pengukuran kepuasan pemustaka secara terprogam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan harapan pemutaka pada layanan learning commons, serta mengetahui learning behavour yang tercipta pada layanan learning commons Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Dikaji dengan menggunakan Dimensi Library As Place (Sarana dan Prasarana) dengan menggunakan metode LibQual+Tm Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mixed methods) dengan strategi penelitian eksplanatori sekuensial (sequential explanatory strategy). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan khususnya pada learning commonons. Dengan sampel sejumlah 100, diambil dengan teknik Random Sampling. Informan yang ditetapkan sebanyak enam orang terdiri dari pemustaka dan petugas perpustakaan. Dengan dibantu menggunakan SPSS For Windows versi 25. Data analisis: Penelitian ini menggunakan metode gabungan (mixed methods) dengan strategi penelitian eksplanatori sekuensial (sequential explanatory strategy). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan khususnya pada learning commonons. Dengan sampel sejumlah 100, diambil dengan teknik Random Sampling. Informan yang ditetapkan sebanyak enam orang terdiri dari pemustaka dan petugas perpustakaan. Dengan dibantu menggunakan SPSS For Windows versi 25. Hasil dan Pembahasan: Hasil yang diperoleh, pemustaka menyatakan cukup puas namun belum memenuhi harapan pemustaka atas layanan learning commons. Collaborative learning dan multitasking merupakan learning behavior pemustaka saat ini. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, dan pergeseran dalam gaya belajar (learning style), perilaku belajar (learning behaviour), dan pola pencarian informasi (information seeking behavior) pembelajaran berkelompok dipilih sebagai pola pembelajaran pemustaka karena mayoritas pemustaka merupakan digital natives yang memiliki ciri dan karakteristik suka melakukan pekerjaan yang dilakukan bersama dan multitasking dalam mengerjakannya. Kesimpulan dan Saran: Telah terjadi pergeseran dalam gaya belajar (learning style), perilaku belajar (learning behaviour), dan pola pencarian informasi (information seeking behavior) untuk itu perpustakaan UGM yang sudah menerapkan learning commons diharapkan dapat memeperbanyak jumlah bilik sebagai space berdiskusi, menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang lebih multifungsi.
Introduction. To achieve satisfaction, the library needs to provide maximum service to the user. To measure the satisfaction of the user can use the measurement of the satisfaction of the pemastraka in progrogation. This study aims to determine the perception and expectations pemutaka on learning commons service, and know the learning behavior created in the service learning commons Gadjah Mada University Library. Data Collection Method. Using a mixed-methods approach with surveys and interviews, two staff academic librariy participated in this exploratory study. Analysis Data. The survey data were descriptively analysed by using SPSS vers. 25 Results and Discussions. The results obtained, pemustaka declare "quite satisfied" but has not met the expectations of pemustaka on learning commons service. Collaborative learning and multitasking is a learning behavior of today's readers. Along with advances in information technology, and a shift in learning style, learning behaviour, and information seeking behavior, group learning is chosen as a learning pattern for users because the majority of users are digital natives with characteristics and characteristics likes to do work done together and multitasking in doing it. Conclusions. There has been changing in learning style, learning behavior, information seeking behavior. UGM library should be adding the number of chambers as disscussion that has implemented learning commons expected, making the library as a more multifuntion space.
Kata Kunci : perceptions and expectations, learning commons, learning behavior, learning style, space