Laporkan Masalah

�Tindakan Kecil Perlawanan� Memamahi Gagasan dan Strategi ArteSana dalam Memperkenalkan Produk Kebersihan Alternatif sebagai Usaha Meminimalisir Resiko Kerusakan Lingkungan

RIZKY NABILA FEBRIAN, Dr. Muhammad Supraja, M.Si.

2018 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Globalisasi yang terus berkembang memiliki pengaruh besar terhadap meningkatnya kebutuhan manusia. Masyarakat terus mengeksploitasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa memikirkan tentang kelestarian lingkugan. Banyaknya tuntutan hidup dan rendahnya pengetahuan tentang lingkungan berdampak pada degradasi lingkungan. Permasalahan lingkungan seperti penebangan hutan secara liar, polusi air akibat limbah industri, polusi udara di daerah perkotaan, dan perambahan kawasan konservasi, terus menurunkan kualitas keanekaragaman hayati. Perkembangan jaman telah menempatkan lingkungan sebagai salah satu isu utama dalam kehidupan manusia, baik secara ekonomi, maupun sosial politik. Pemahaman tentang pentingnya pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada masyarakat, mendorong setiap orang untuk memberi perhatian lebih dan perlindungan akan lingkungan adalah solusi dasar untuk mengatasi lingkungan. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang merupakan pendiri ArteSana, peniliti menemukan bahwa aktualisasi pemikiran mampu menghasilkan sebuah kesadaran tentang kerusakan lingkungan hidup yang berimbas pada kehadiran risiko-risiko. Usaha ArteSana dilakukan untuk mengajak masyarakat semakin berpikir kritis dan berefleksi dalam menentukan produk-produk yang digunakan sehari-hari serta risiko yang membayangi. Strategi Artesana memproduksi produk-produk kebersihan menggunakan bahan dasar alami yang bersumber dari lokal bertujuan untuk mengenalkan potensi alam Indonesia. ArteSana ingin membangun kesadaran bahwa kekayaan alam di Indonesia masih bisa dieksplorasi tanpa perlu adanya eksploitasi untuk mengupayakan masyarakat berpikir ke arah solusi secara mendasar dan turut menghidupi petani. Masyarakat dituntun untuk memikirkan dampak-dampak dari limbah yang mereka hasilkan serta dampak penggunaan bahan-bahan kimia sintetis dalam kehidupan sehari-hari. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang tidak terlalu peduli dan awas dengan masalah lingkungan disebabkan oleh kerentanan ekonomi yang dimiliki masyarakat, sehingga pemasalahan lingkungan tidak kan menjadi perhatian yang utama.

The growth of increasing globalization has a major influence on the increasing human needs. The community continued to exploit natural resources to meet their daily needs without thinking about environmental sustainability. The demands of life and lack of knowledge about the environmental impact on the degradation of the environment. Environmental problems such as deforestation in the wild, water pollution due to industrial waste, air pollution in urban areas, conservation areas, encroachment and continue to degrade the quality of biodiversity. A constantly evolving era has placed environment as one of the main issues in people's lives, whether in the economic, political and social. An understanding of the importance of environmental education for fostering environmental awareness in the community, encouraging everyone to give more attention and protection of the environment are basic solutions to cope with the environment. Based on the results of interviews with informants is the founder of ArteSana, researchers found that the actualization of thought capable of producing a consciousness about the environmental damage that imposes the presence of risks. ArteSana invites the public increasingly critical thinking and reflection in determining the products that are used daily as well as the risk that reflects. Artesana strategy in producing personal hygiene products using natural materials sourced from local aims to introduce the natural potential of Indonesia. ArteSana wanted to build awareness that the natural wealth in Indonesia can still be explored without the need for exploitation to devise community think towards solutions fundamentally and undertook to support their farmers. The public should think of the impacts of the waste they generate as well as the impact of the use of synthetic chemicals in daily life. The tendency of society Indonesia which is not too concerned and not look out with environmental problems caused by the economic vulnerability, so that environmental problems will not be a major concern.

Kata Kunci : Kerusakan Lingkungan, Produk Ramah Lingkungan, Produk Hijau, Hidup Berkelanjutan, Masyarakat Risiko, ArteSana

  1. S1-2018-318006-abstract.pdf  
  2. S1-2018-318006-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-318006-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-318006-title.pdf