Analisis Model Hedonik pada Pisang Ambon di Daerah Istimewa Yogyakarta
NURLAILA QODRIWATI, Dr. Nafis Khuriyati, STP., M.Agr.; Dr. Agung Putra Pamungkas, STP., M.Agr.
2018 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANBanyaknya konsumen pisang memunculkan berbagai persepsi mengenai pisang yang berkualitas dan mengakibatkan kesulitan penentuan harga jual di tingkat pedagang. Kebanyakan pembeli melakukan penilaian kualitas berdasarkan kenampakan fisik atau karakteristik yang dapat dinilai menggunakan panca indera. Melalui model harga hedonik dapat dihitung willingness to pay (WTP) atas suatu karakteristik mutu pisang ambon. Nilai WTP ini disebut sebagai harga implisit dan dapat digunakan sebagai acuan penentuan harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut mutu yang mempengaruhi harga pisang ambon secara signifikan berdasarkan model harga hedonik. Variabel-variabel dari atribut mutu yang mempengaruhi harga pisang ambon berdasarkan model harga hedonik dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan software SPSS 21. Atribut mutu yang digunakan yaitu dimensi panjang, bobot, diameter, keseragaman bentuk, keseragaman warna, kerusakan morfologi, kerusakan fisik dan mekanis, kerusakan fisiologis, kerusakan patologis dan tekstur. Atribut ini diperoleh dari kuesioner pendahuluan dan dibatasi jurnal penelitian terdahulu. Setiap atribut mutu dikategorikan menjadi 3 tingkatan dan dibentuk variabel dummy sebelum diregresi. Responden penelitian ini adalah pembeli tingkat akhir buah pisang ambon di wilayah DIY dengan jumlah 103 orang yang ditentukan dengan stratified proportional random sampling. Regresi linier dilakukan dengan metode Enter, yaitu memasukkan seluruh variabel bebas kemudian melakukan seleksi berdasarkan pemenuhan asumsi klasik. Model pertama yang dihasilkan terdapat variabel bebas tidak memenuhi asumsi klasik multikolinieritas sehingga variabel bebas tersebut dikeluarkan dari model. Selanjutnya dilakukan pembentukan model kembali dengan variabel yang tersisa. Model kedua terbentuk dari 18 variabel dummy dan memenuhi seluruh asumsi klasik, model ini yang digunakan. Hasil dari penelitian ini, yaitu variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga pisang ambon berdasarkan model harga hedonik adalah variabel D_panjang1, D_panjang2, D_bobot1 dan D_bobot2 dengan harga implisit masing-masing secara berurutan 7.569,807; 5.486,242; 6.161,535 dan 3.946,052 serta adjusted R square 0,496.
As popular fruit choice, banana's consumers bring up various perceptions about its quality which causing difficulty for traders to determine the selling price. Most consumers judge about quality of a product by its physical looks or characteristic that appears to their senses. The willingness to pay for quality character for an ambon banana can be calculated through hedonic price model. This willingness to pay can be said as implicit cost and can be used as selling price reference. This research aims to know quality attributes that affect the price of ambon banana significantly based on hedonic price model. Variables of quality attribute that influenced price of ambon banana based in hedonic price model will be analysed with multiple linear regression by SPSS 21 software. The quality attribute used are dimension of length, weight, diameter, uniformity of shape, uniformity of color, morphological damage, physical and mechanical damages, physiological damage, pathological damage and texture. Those attributes obtained from preliminary questionnaire and limited by earlier research journal. Each quality attribute is categorized into 3 levels and a dummy variable is formed before it is regressed. Respondents of this research are personal consumers of ambon banana in the area of Special Region of Yogyakarta numbered 103 persons which determined by stratified proportional random sampling. Multiple linear regression is done by Enter method, that is enter all free variable then do the selection based on classical assumption fulfillment. The first model produced there are independent variabels that do not meet the classical assumption multicollinearity, so that variabels must be removed from the model. Furthermore, the modes is rebuilt with the remaining variables. The second model composed by 18 dummy variables and meet all of classical assumptions, this model is used in this research. The result of this research is variable that has signification affect for the price of ambon banana based on hedonic price model are D_length1, D_length2, D_weight1 and D_weight2, with implicit price respectively 7.569,807; 5.486,242; 6.161,535; 3.946,052 and adjusted R square 0,496.
Kata Kunci : atribut mutu, model hedonik, pisang ambon, regresi linier berganda