Laporkan Masalah

PENATAAN HERITAGE TOURISM AREA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KAWASAN KOTA LAMA SAWAHLUNTO

ALDINO ADITYA DAMEF, Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D.

2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kota Sawahlunto merupakan kota dengan sejarah pertambangan batubara tertua di Indonesia. Kota ini berkembang dengan perekonomian utama bertumpu pada tambang batubara. Namun seiring dengan semakin diekslopitasinya sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui ini, makin lama cadangan batubara yang tersimpan di kota ini menipis dan menimbulkan keresahan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Sawahlunto. Pada awal tahun 2000an, pemerintah Kota Sawahlunto mulai memikirkan potensi baru untuk meningkatkan perekonomian yang mulai redup dikarenakan batubara yang menipis. Sawahlunto mengeluarkan visi baru seiring pergantian kepala daerah yaitu “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya”. Seiring dengan munculnya visi kota yang baru, Kota Sawahlunto mulai menggencarkan pengembangan pariwisatanya. Salah satunya pada Kawasan Kota Lama Sawahlunto yang merupakan salah satu saksi sejarah pertambangan di Kota Sawahlunto. Eksistensi sejarah dan kepusakaan tersebut mulai dilirik oleh penggiat Kota Pusaka untuk dinominasikan sebagai Kota Pusaka Dunia. Namun, Kota Sawahlunto khususnya Kawasan Kota Lama dirasa belum mampu menjadi kawasan wisata yang memiliki predikat Kota Pusaka Dunia. Penataan Heritage Tourism Area Berbasis Kearifan lokal merupakan konsep yang digunakan dalam menata kawasan wisata di Kota Lama Sawahlunto. Konsep ini akan menata kebutuhan Kawasan Kota Lama dalam menggerakkan pariwisatanya dengan tetap mengedepankan kearifan lokal yang ada di kawasan tersebut. Dalam melihat kesenjangan yang terjadi di Kawasan Kota Lama Sawahlunto, akan digunakan metode Gap Analysis yang memerhatikan kesenjangan yang ada di kawasan dan bagaimana semestinya. Dalam penataan ini nantinya akan diperlihatkan masterplan, rencana detail dan pengembangan pariwisata yang dapat menjadi rekomendasi pengembangan selanjutnya.

Sawahlunto is a city with the history of the oldest coal mining in Indonesia. The city is flourishing with major economies relying on coal mines. But along with the increasing of this exploited non-renewable resources, the coal reserves that stored in the city are running out of supply and causing discomfort for the government and the people of Sawahlunto. In the early 2000s, the government of Sawahlunto City began to think of new potentials to boost the economy that began to dim due to the running out of coal supply. Sawahlunto issued a new vision along with the change of head of region that is "Cultural Tourism Town Mine". Along with the emergence of a new city vision, Sawahlunto City began to intensify its tourism development. One of them is located in Kota Lama Sawahlunto which is one of the witnesses of mining history in the city of Sawahlunto. The existence of history and heritage began to steal a glance of the Heritage City activist to be nominated as World Heritage City. However, the city of Sawahlunto especially Kota Lama area is considered not able to become a tourist area that has predicated as World Heritage City. The design arrangement of Heritage Tourism Area Based on Local Wisdom is a concept used in arranging tourist area in Kota Lama Sawahlunto. This concept will set the needs of the Kota Lama Region in driving its tourism by still putting forward local wisdom in the region. In looking at the gap that occurred in Kota Lama Sawahlunto, will be used Gap Analysis methods that notice the gap in the region and how it should be. In this arrangement will be shown masterplan, detailed plans and development of tourism that can be a recommendation of further development.

Kata Kunci : Kota Pusaka, Penataan Kawasan Wisata, Kearifan Lokal

  1. S1-2018-366355-abstract.pdf  
  2. S1-2018-366355-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-366355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-366355-title.pdf