Laporkan Masalah

Komodifikasi Ritual Kematian Masyarakat Hindu-Bali (Studi Kasus Ritual Kematian Oleh Yayasan Santha Yana Dharma)

I PUTU SUADITYAWAN, Dr. Amelia Maika, MA., M.Sc.

2018 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGI

Ritual kematian masyarakat Hindu-Bali merupakan ritual kematian yang kompleks karena membutuhkan biaya, tenaga kerja serta waktu yang tidak sedikit dan mengalami banyak masalah. Dalam perkembangannya, terjadi perubahan situasi, kondisi, perilaku dan pola pikir masyarakat Hindu-Bali yang berdampak pada hadirnya alternatif pilihan penyelenggaraan ritual kematian oleh Yayasan Santha Yana Dharma, di bawah naungan peguyuban klan pasek yaitu Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna komodifikasi ritual kematian oleh Yayasan Santha Yana Dharma dengan menggunakan konsep komodifikasi dari Fairclough, makna konotasi dari Roland Barthes, dan modal dari Pierre Bourdieu. Metode yang digunakan adalah studi kasus dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan dan dokumentasi di Yayasan Santha Yana Dharma dan Krematorium Santha Yana. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi memproduksi ritual kematian melalui agen dan modal simbolis serta modal budaya yang dimilikinya. Kedua, Yayasan Santha Yana Dharma memperkenalkan ritual kematiannya melalui Majalah Suara Pasek dan komunikasi verbal. Ketiga, berdasarkan konsumen, ritual ritual kematian oleh Yayasan Santha Yana Dharma dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Sedangkan berdasarkan waktu dan tempat, ritual kematian oleh Yayasan Santha Yana Dharma dapat dikonsumsi jika terdapat hari baik dan diselenggarakan di Krematorium Santha Yana dan halaman Sekretariat Pusat Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi. Keempat, konsumen menggunakan jasa Yayasan Santha Yana Dharma karena mengalami keterbatasan pengetahuan, ketrampilan, biaya, tenaga kerja, waktu, dan pilihan. Kelima, ritual kematian oleh Yayasan Santha Yana Dharma mengandung makna pengamalan ajaran agama, gerakan sosial, efisiensi, pelemahan tradisi dan lembaga. Dapat disimpulkan, Yayasan Santha Yana Dharma terlibat dalam arena ritual kematian dengan memakai habitus sebagai skemanya. Dengan modal yang dimiliki, Yayasan Santha Yana Dharma memiliki kekuasaan untuk meregulasi penyelenggaraan ritual kematian dan mengonstruksi realitas sosial dengan cara memanfaatkan teks agama maupun melalui penafsiran secara monopolistik.

The death ritual of the Hindu-Balinese is a complex death ritual because it cost much money, labor and time and faced with many problems. Then there is a change of situation, condition, behavior and mindset of Hindu-Balinese causes an alternative death ritual by Santha Yana Dharma Foundation, part of the clan organization named Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi. This research aims to determine the format and meaning of commodification of death ritual by Santha Yana Dharma Foundation by using the concept of commodification from Fairclough, the connotation meaning of Roland Barthes, and capital of Pierre Bourdieu. The methods used is case studies and data were collected through in-depth interviews, non-participant observation and documentation at Santha Yana Dharma Foundation and Santha Yana Crematorium. The results of this research are as follows. First, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi produces death rituals through agents, symbolic capital and cultural capital it has. Second, the Santha Yana Dharma Foundation introduced death rituals through Suara Pasek Magazine and verbal communication. Third, based on the consumer, the death rituals of death can be consumed by various circles. While based on time and place, death rituals can be consumed if there is a good day and held at the Santha Yana Crematorium and the Central Secretariat of Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi. Fourth, consumers use the services of Santha Yana Dharma Foundation because of the limited knowledge, skills, cost, labor, time, and choice. Fifth, the death ritual of death contains the meaning of religious practice, social movements, efficiency, weakening tradition and institutions. The conclusion is Santha Yana Dharma Foundation is involved in the ritual of death by using habitus as a scheme. With its capital, the Santha Yana Dharma Foundation has the power to regulate the operation of death rituals and construct social reality by using religious texts as well as through monopolistic interpretation.

Kata Kunci : komodifikasi, ritual kematian, klan / commodification, death ritual, clan

  1. S2-2015-388964-abstract.pdf  
  2. S2-2015-388964-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-388964-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-388964-title.pdf