Rencana Bisnis Frozen Seafood FROZEA
VERI KURNIAWAN, Dr. Hargo Utomo, M.B.A
2018 | Tesis | Magister ManajemenSebagai Negara Maritim dengan potensi ikan tangkap Indonesia mencapai 9,9 juta ton pada tahun 2016, konsumsi ikan Indonesia tergolong rendah dengan rata-rata baru mencapai 41 kilogram per kapita per tahun. Sebagian besar pemanfaatan hasil dari tangkapan laut masih dalam bentuk olahan tradisional dan konsumsi segar. Dengan karakteristik ikan yang mudah membusuk maka sering ditemui permasalahan dalam proses distribusi seperti biaya yang tinggi dan penggunaan zat kimia berbahaya. Proses pengolahan merupakan upaya untuk mengikat kualitas ikan dan menambah daya tahan penyimpanan sehingga produk yang sampai kepada pelanggan berkualitas baik namun tetap ekonomis. Dengan dukungan pemerintah yang terus giat mengampanyekan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi ikan memberikan kesempatan usaha ecommerce FROZEA untuk terus berkembang dalam situasi yang menguntungkan. Penyusunan rencana bisnis ini menggunakan sudut pandang dari sisi eksternal dan internal sehingga memberikan keseimbangan dalam keberlangsungan perusahaan jangka panjang. Sedangkan analisis rencana bisnis menggunakan analisis fungsional yang terdiri dari analisis pemasaran, operasional, sumber daya manusia, keuangan dan juga usability testing untuk menguji tingkat penerimaan teknologi informasi dalam rencana bisnis FROZEA. Berdasarkan hasil dari penelitian, FROZEA memiliki nilai positif dengan nilai NVP sebesar Rp. 310,690,902 , IRR sebesar 17.91 %, dan PP selama 3,43 tahun dengan investasi awal sebesar Rp. 1,235,800,000,-. Dengan demikian hasil, hasil tersebut memberikan gambaran bahwa usaha ini layak secara ekonomi untuk dijalankan. Secara non-ekonomi, usaha ini akan meningkatkan peluang kerja masyarakat dan membantu pemerintah dalam kampanye makan ikan.
As a Maritime Country with the potential of fishery products reaches 9.9 million tons in 2016, Indonesia's fish consumption is classified underrate with the average of only 41 kilograms per capita per year. Most of the utilization of yield from sea products is still in the form of traditional processed and fresh consumption. With the characteristic of fish which is easily decomposed, there are often encountered problems in the distribution process such as high cost and the use of harmful chemical. The processing is an effort to bind the quality of fish and increase the durability of storage so that the product will be up to the customers in good quality but still economical. With the viable support of the Government in campaigning to increase fish production and consumption, it is giving ecommerce FROZEA the opportunity to continue developing in favorable situations. The arrangement of this business plan uses external and internal point of view, so it provides balance in long-term company sustainability. While business plan analysis uses functional analysis consisting of marketing analysis, operational, human resources, finance and also usability testing to test the acceptance level of information technology in FROZEAs business plan. According to the research, FROZEA has a positive value with the NVP value of Rp. 310,690,902, IRR of 17.91%, and PP for 3.43 years with an initial investment of Rp. 1,235,800,000, -. As a result, those numbers give an idea that the business is economically feasible to run. In a non-economic way, these efforts will increase community employment opportunities and assist the government in eating fish campaign.
Kata Kunci : Frozen Food, ikan, ecommerce, rencana bisnis, kelayakan ekonomi, kelayakan non ekonomi, usability testing