Laporkan Masalah

PERENCANAAN BISNIS DISTRIBUSI GULA KELAPA MUSAMUS

WAHYU NUGROHO RAHADI, Dr. Hargo Utomo, M.B.A

2018 | Tesis | Magister Manajemen

INTISARI Berdasarkan data dari workshop nasional pengembangan gula kelapa dan gula aren pada tahun 2015 kapasitas atau total produksi gula kelapa di Banyumas mencapai 63.000 ton per tahun. Sedangkan, kebutuhan pasar akan gula kelapa di Indonesia sangat tinggi namun, terkendala oleh kualitas gula kelapa yang di hasilkan oleh petani gula di Indonesia khususnya banyumas masih kurang bagus dari sisi kualitas. Sedangkan usaha di Kabupaten Banyumas memiliki karakteristik homogen, yaitu memproduksi gula kelapa dari air nira. Artinya, sebagian besar Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Banyumas bergerak dalam bidang produksi gula kelapa sebesar 74 %. Sehingga, menurut peneliti petani tradisional gula kelapa di Kabupaten Banyumas sangat berpotensi untuk diberikan edukasi dalam memproduksi gula kelapa yang berkualitas baik. Penyusunan rencana bisnis ini menggunakan sudut pandang dari sisi eksterna dan internal. Sehingga, memberikan keseimbangan dalam keberlangsungan perusahaan jangka panjang. Sedangkan analisis rencana bisnis menggunakan analasis kanvas model bisnis, analisis peta empati, analisis pasar potensial dan analisis kelayakan usaha yang terdiri dari analisis pemasaran, operasional, sumber daya manusia, dan keuangan. Bedasarkan hasil dari penelitian, Musamus memiliki nilai positif dengan nilai NVP sebesar Rp 7.537.780.185,- IRR sebesar 16,01%, dan PP selama 3,51 tahun dengan investasi awal sebesar Rp 38.994.575.000,-. Dengan demikian hasil, tersebut memberikan gambaran bahwa usaha ini layak secara ekonomi untuk dijalankan. Secara non-ekonomi, usaha ini akan meningkatkan peluang bagi petani di Banyumas untuk menaikan taraf ekonomi dengan bergabung menjadi mitra Musamus.

ABSTRACT Based on data from the national workshop on the development of palm sugar and palm sugar in 2015 the capacity or total production of coconut sugar in Banyumas reaches 63,000 tons per year. Meanwhile, the market demand for coconut sugar in Indonesia is very high but, constrained by the quality of coconut sugar produced by sugar growers in Indonesia, especially Banyumas is still not good in terms of quality. While the business in Banyumas Regency has homogeneous characteristics, namely producing coconut sugar from the water of sap. That is, most of the Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas Regency is engaged in the production of palm sugar by 74%. Thus, according to the researcher of traditional coconut sugar farmer in Banyumas Regency is potential to be given education in producing good quality coconut sugar. The preparation of this business plan uses an external and internal perspective. Thus, providing balance in long-term company sustainability. While business plan analysis using canvas business model analysis, empathy map analysis, potential market analysis and business feasibility analysis consisting of marketing analysis, operational, human resources, and finance. Based on the results of the study, Musamus has a positive value with NVP value of Rp 7.537.780.185, -, IRR of 16.01%, and PP for 3.51 years with an initial investment of Rp 38.994.575.000, -. Thus, the results give an idea that the business is economically feasible to run. In a non-economic way, this effort will increase the opportunity for farmers in Banyumas to raise the economic level by joining the partnership of Musamus.

Kata Kunci : Gula Kelapa, Agribisnis, Kabupaten Banyumas, Industri Makanan Dan Minuman.

  1. S2-2018-402316-abstract.pdf  
  2. S2-2018-402316-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-402316-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-402316-title.pdf