MENGURAI KEBIJAKAN REDAKSI MEDIA DALAM PEMBERITAAN KEHUMASAN (Studi Kasus Tentang Kebijakan Redaksi Surat Kabar Harian Jogja dan Kedaulatan Rakyat Pada Produk Berita Kehumasan Sebagai Sumber Berita)
CAKRA VIRAJATI, Dr. Widodo Agus Setianto, M.Si
2018 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiPublic relations dipandang mampu menjadi aktor dibalik konstruksi berita sebuah surat kabar guna mendapatkan publisitas melalui kegiatan media relationsnya. Media relations diaplikasikan dalam produk berita kehumasan yang dapat dijadikan sebagai sumber berita dari public relations untuk di proses oleh wartawan sebagai berita yang disajikan kepada publik. Disisi lain dalam penyajian berita, media memiliki kebijakan redaksi untuk menentukan layak atau tidak sebuah berita disajikan kepada publik. Hal inilah yang belum banyak diketahui oleh public relations. Untuk mengetahui masalah tersebut peneliti melakukan penelitian studi kasus tentang kebijakan redaksi di Harian Jogja dan Kedaulatan Rakyat dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui penggambaran kebijakan redaksi di kedua koran dengan menggunakan konsep gatekeeping menurut Shoemaker dan Reese. Hasil dari penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi di kedua koran. Faktor tersebut adalah latar belakang wartawan, isu yang dipilih redaksi dan tujuan dari masing-masing media, nilai berita, iklan, pembaca dan pangsa pasar serta lokalitas konten. Semua produk berita kehumasan akan melalui proses gatekeeping penyajian berita berupa penyeleksian, penulisan, penyuntingan, penempatan posisi berita, penjadwalan dan pengulangan. Mekanisme tersebut akan dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan penganggaran. Dalam hal ini tim redaktur yang memiliki kewenangan untuk menyaring berita mana yang layak atau tidak layak untuk disajikan kepada publik. Kedua koran menganggap public relations sebagai mitra dan sumber berita dengan menjunjung tinggi etika jurnalistik dan profesionalisme.
Public relations is seen of being capable as an actor behind news construction of a newspaper to get publicity through their media relations activity. Media relations are applied into Public Relations’ News that can be used as a News Source to be processed by Journalists to shared publicly. On the oher side, regarding to News shares, media has its own policy to determine whether a News is worth to be publicly shared or not. Unfortunately, this policy has not been widely understood by Public Relations. To get to the core of the problems, researcher did a research (a case study) Of Editorial Policy In Harian Jogja and Kedaulatan Rakyat with a qualitative approach. Data collection was compiled by interview, observation and through documentations collections. Data analysis techniques were being done through understanding the editorial policy in both Newspapers by using gatekeeping concept according to Shoemaker and Reese. The results of this research shows some factors that affect editorial policy in both Newspapers. Those factors are the background of Journalists, selected issues, and the purpose of each media, News value, advertisements, readers, market share and last but not least is where the News located. All Public Relations’ News Product eventually will go through gatekeeping process , such as selection, writing, editing, News positioning, scheduling and repetition. Those mecanisms will be done through certain stages, such as planning, implementation and budgeting. Therefore, the editorial team has a full authority being a filter to determine whether a News is worth to be publicly shared or not. Both newspapers decide that Public Relations is a partner and News Source, upholding journalistic ethics and proffesionalism.
Kata Kunci : Editorial policy, newspaper, public relations, gatekeeping