PERAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN JENIS KELAMIN PADA PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA
MAY GUSNI SATRIYA W, Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog
2018 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial orangtua dan jenis kelamin pada prokrastinasi akademik mahasiswa. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial orangtua pada prokrastinasi akademik mahasiswa, serta adanya perbedaan tingkat prokrastinasi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini dilakukan pada 85 mahasiswa angkatan 2010-2013 dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada yang sedang menyelesaikan skripsi sebagai populasi penelitian. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Procrastination Assessment Scale for Student (PASS) (Solomon dan Rothblum, 1984) dan Skala Dukungan Sosial Orangtua (Sulaiman, 2013). Analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial orangtua pada prokrastinasi akademik mahasiswa (r = -0,016; p > 0,05). Pada variabel jenis kelamin juga tidak memiliki perbedaan tingkat prokrastinasi yang signifikan, terbukti dari hasil Independent Sample T Test (thitung = 0,319 dan p = 0,75) serta analisis regresi R2 = 0,000, dengan Fhitung = 0,034 dan tingkat signifikansi 0,855). Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini ditolak.
This study aims to determine the relationship of social support of parents and gender in the academic procrastination of students. The hypothesis of this study is that there is a negative relationship between parental social support on student academic procrastination, and the difference in procrastination rates between male and female students. This research was conducted on 85 students from 2010-2013 from various faculties at Gadjah Mada University who are completing thesis as research population. The measuring tool in this study is Procrastination Assessment Scale for Student (PASS) (Solomon and Rothblum, 1984) and Parental Social Support Scale (Sulaiman, 2013). Data analysis used is Product Moment correlation technique from Pearson. The results showed that there was no correlation between parental social support in student academic procrastination (r = -0.016; p> 0,05). In the gender variables, there was no significant difference in procrastination rate, as evidenced by the Independent Sample T Test (tcount = 0.319 and p = 0.75) and regression analysis R2 = 0,000, with Fcount = 0.034 and significance level of 0.855). This shows that the hypothesis in this study was rejected.
Kata Kunci : Student Academic Procrastination, Social Support of Parent, Gender, Prokrastinasi Akademik Mahasiswa, Dukungan Sosial Orangtua, Jenis Kelamin