ANALISIS PEMETAAN PROSES BISNIS PADA DIVISI EKSPLORASI PT. PERTAMINA EP
RICHARD MUTHALIB, IR, Prof. Jogiyanto HM., Akt., MBA., Ph.D.
2009 | Tesis | S2 ManajemenPersaingan, perkembangan teknologi, dan zaman yang terus berubah menjadi beberapa faktor pendorong organisasi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan agar tetap dapat kompetitif. Salah satu respon organisasi menghadapi hal ini adalah dengan memperbaharui strategi bisnis dan proses bisnisnya. PT. Pertamina (Persero) sejak 13 September 2005 membentuk anak perusahaan PT. Pertamina EP untuk menjalankan usaha Persero dalam pengelolaan lahan migas di sector hulu pada wilayah kerja (WK) migas yang ada saat ini. Siklus kegiatan industri minyak dan gas bumi (migas) sektor hulu, setidaknya dicirikan oleh empat tahapan utama, yaitu eksplorasi, pengembangan, produksi dan tahap peninggalan lapangan. Tahapan eksplorasi sebagai bagian terdepan dari siklus tersebut diharapkan dapat menjaga dan menjamin keberlanjutan kegiatan bisnis (business sustainable) migas sektor hulu, serta sekaligus dapat meningkatkan kemampuan produksi dengan kegiatannya mencari dan menemukan cadangan migas baru yang ekonomis. Pada pemboran minyak dan gas bumi yang pekerjaannya bersifat high risk dan high technology, faktor perencanaan dan operasi harus tepat waktu dan tepat guna untuk meminimalkan risiko kegagalan dan biaya tinggi. Analisis pemetaan proses bisnis sangat diperlukan agar suatu organisasi perusahaan tetap fokus, kompetitif dalam menghadapi tantangan masa yang akan datang.
Competition, technological developments, and times are turning into a number of factors driving organizations to adjust to the circumstances in order to remain competitive. One of the organizations' responses to this is to update their business strategies and business processes. PT. Pertamina (Persero) since 13 September 2005 formed a subsidiary of PT. Pertamina EP to run a Persero business in managing oil and gas fields in the upstream sector of the existing oil and gas working area (WK). The upstream oil and gas industry activity cycle, at least characterized by four main stages, namely exploration, development, production and field relics. The exploration phase as the leading part of the cycle is expected to maintain and ensure the sustainability of business activities (business sustainable) upstream oil and gas sector, as well as to increase production capability with its activities to find and find new oil and gas reserves are economical. In the drilling of oil and natural gas whose work is high risk and high technology, planning and operating factors must be timely and appropriate to minimize the risk of failure and high cost. Business process mapping analysis is necessary for a company's organization to remain focused, competitive in facing future challenges.
Kata Kunci : Bisnis Proses, Pemetaan Proses Bisnis, Kegiatan Eksplorasi, PT.Pertamina EP