Laporkan Masalah

PERLAWANAN IDEOLOGIS MELALUI TREND (STUDI KASUS : Hegemoni Wacana Muslimah Modern dalam Hijabers Community Yogyakarta)

SITI AZIZAH MARDIATI, Dr. Cornelis Lay, M.A.

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Penelitian ini berusaha menjelaskan bagaimana suatu ide baru dalam perkembangan islam (yang merujuk pada ketaatan muslimah untuk menutup aurat) melewati serangkaian perjuangan ideologis sehingga memberikan pengaruh pada ranah kemuslimahan utamanya di daerah perkotaan termasuk Yogyakarta. Dengan membentuk komunitas, suatu kelompok melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan persetujuan muslimah terhadap suatu konsep ketaatan tertentu. Komunitas ini menawarkan konsep ketaatan baru melalui wacana muslimah modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang dihimpun bersumber dari hasil observasi, hasil wawancara mendalam terhadap informan yang telah ditentukan, dan juga bentuk dokumentasi lain. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Hegemoni yang dikemukakan oleh Gramsci untuk mengkaji tentang proses hegemoni dimana muncul konsensus melalui mekanisme kontruksi dalam komunitas. Dari hasil penelitian diketahui bahwa proses penggiringan ideologi melalui penyampaian nilai dan pembentukan karakter muslimah dalam komunitas memunculkan konsensus berupa suatu bentuk ketaatan, terutama dalam konteks menutup aurat. Fashion pada hijab dalam kasus ini menjadi medium ideologis yang digunakan untuk menyampaikan nilai demi mewujudkan tujuan tertentu. Penggiringan konsensus muslimah dalam kasus ini menjadi bentuk perlawanan secara ideologis suatu kelompok atas keadaan dunia modern yang tidak sesuai dan berbagai asumsi yang menyingkirkan nilai-nilai keislaman. Hasil berikutnya menunjukan bahwa persetujuan ideologis juga memberikan pengaruh pada persepsi mengenai jilbab dan muslimah kini dipandang. Meski timbul anggapan bahwa ide mengenai wacana muslimah modern dalam komunitas merupakan sebuah ajang pertunjukan eksistensi, namun hal ini menunjukan bahwa kebutuhan untuk dianggap mendorong seseorang untuk melakukan ketaatan tertentu.

This study tries to explain how a new idea in the development of Islam (which refers to the muslim's obedience to cover the aurat) by an ideological struggles, influence the main domains of "kemuslimahan" in urban areas including Yogyakarta. By forming a community, a group tries to gain Muslim approval of a concept of obedience. This community offers a new concept of obedience with modern muslim discourse. The research method that used in this study is qualitative method. Data collected comes from observation, interview with informants, and other documentations. Data analysis technique that used in this research is descriptive qualitative. This study uses hegemonic theory by Antonio Gramsci to explain about process of hegemony where there occurs a consensus by construction process in a community. From the result, this study found that the ideological process by delivering values and character development, arises a consensus of obedience in the context to cover aurat. Fashion in hijab, in this case becomes an ideological medium that used to delivers the values to realize their goals. The consensus of Muslim in this case becomes an ideological form of resistance over the modern culture and many assumptions that are inconsistent with Islamic values. The following results show that ideological approval has an effect on perceptions about veil and muslim woman. Although came many assumption that modern muslim discourse in the community is a "show of" existence, but it indicates that the interest to be accepted as encouraging someone to obey. Key Words : Fashion, Hegemony, Muslim, Identity, Ideology

Kata Kunci : Fashion, Hegemoni, Muslimah, Identitas, Ideologi

  1. S1-2018-349933-abstract.pdf  
  2. S1-2018-349933-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-349933-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-349933-title.pdf