Laporkan Masalah

SELEPAS 1998 Analisis Struktur Narasi Pasca Reformasi 1998 Pementasan Yang Fana Adalah Waktu Kita Abadi oleh Teater Garasi

YESANDIA OKTOLAWENDA, Dr. Budi Irawanto, S.I.P., M.A.

2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Seni pertunjukan di Indonesia Pasca Reformasi 1998 telah mengalami perubahan yang signifikan. Demokrasi yang didengungkan pada reformasi turut membentuk desentralisasi pada lingkungan kesenian. Dalam ranah teater, pementasan yang dilakukan sebelum Reformasi 1998, menuju pada satu arah; yakni perlawanan terhadap rezim Soeharto. Barbara Hatley (2014:6) mencatat bahwa seni pertunjukan pasca reformasi diadakan dalam lingkup yang berbeda. Berbagai macam kekuatan lokal yang berlomba-lomba mencapai kekuasaan politik, beserta ragam identitas sosialnya. Teater Garasi yang lahir di lingkungan kampus pada masa represi Orde Baru, konsisten menampilkan pementasan dengan isu yang merawat ingatan Pasca Reformasi 1998. Menurut mereka, banyak pekerjaan rumah selepas 1998 yang masih harus dikerjakan. Di tahun 2015, hasil riset panjang kembali mereka keluarkan dalam bentuk pementasan Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi (YFaWKA), mengambil judul dari puisi Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini akan mengambil fokus analisis struktur narasi yang terkandung dalam pementasan YFaWKA tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan alat analisis yang digunakan oleh Seymour Chatman, diharapkan penelitian ini mampu membedah isu apa saja yang terkandung di dalam pementasan. Seymour Chatman, dalam tradisi analisis narasi, tidak hanya mempertontonkan bentuk cerita, namun juga diskursus yang terkandung dalam cerita tersebut. Untuk itu, model penelitian seperti ini diharapkan bisa membedah bentuk narasi atau pesan yang beredar di masyarakat, utamanya yang berkaitan dengan kesenian-kebudayaan. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Dilihat struktur dramatiknya, YFaWKA tidak memiliki plot seperti kecenderungan teater konvensional. Ada beberapa bagian unik yang bisa ditemukan dalam pertunjukan ini. Selain plot yang meloncat-loncat, beberapa adegan justru mendobrak pemanggungan teater-teater konvensional. Secara garis besar, pesan di dalam pertunjukan YFaWKA adalah potret ledakan suara atau narasi yang terjadi di Indonesia Pasca Reformasi 1998.

Indonesian stages had changed significantly since the Post-Reform era in 1998. The democracy expressed during the reform era influenced the formation of decentralization in art sector. In late 1980-1990s, theatrical realm performed were heading to same purpose; resisting the Soeharto regime. Barbara Hatley (2014:6) wrote that Indonesian stages were held in different scope. Various local power, along with their social identities were competing in achieving political power. Teater Garasi was born in campus, and its existence led the emergence of mass movement in fighting the Orde Baru (New Order) era. After the fall of Soeharto, they consistently staging several theatre performances under the �Post-Reform 1998� issues. According to them, there are a lot of �homeworks� after 1998 which needs to be done. In 2015, after a series of researches were conducted, they performed �Yang Fana adalah Waktu. Kita Abadi� (�Time is Transient. We are Eternal�), adopted from Sapardi Djoko Damono�s poem. This research will focus on �YFaWKA��s narrative structure analysis. Using Chatman�s narrative structure analysis and qualitative method, this research is expected to dissect the issues and messages behind the theatre performance. According to Chatman, the tradition of narrative analysis is not only �showing� the story motion but also showing the story discourse. Therefore, this research model is expected to be able to analyze and dissect the �narrations� which emerge in society. Notably, those related to social-cultural object. This research is resulting several facts. First, by observing its dramatic structure, �YFaWKA� didn�t follow the plot of conventional theater. There are many unique parts that can be found in this stage. Besides the leaping plot, several scenes tend to disassemble the conventional theatre. Broadly speaking, �YFaWKA� is an attempt to investigate the explosion of voices and narratives (religion, identity, ideology) in Indonesia�s Post-Reform 1998 era.

Kata Kunci : Pasca Reformasi 1998, analisis struktur naratif, Seymour Chatman, Teater Garasi, komunikasi teater kontemporer

  1. S1-2017-335651-abstract.pdf  
  2. S1-2017-335651-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-335651-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-335651-title.pdf