Laporkan Masalah

Respon Masyarakat Kulon Progo Terhadap Adanya Toko Milik Rakyat (TOMIRA)

LATIFAH HANI AMALIA, Dr. Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T

2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Tomira (Toko Milik Rakyat) merupakan salah satu program pengembangan ekonomi lokal yang sedang berjalan di Kulon Progo, berdasarkan Peraturan Daerah Kulon Progo nomor 11 tahun 2011 tentang Perlindungan pasar tradisional serta penataan pusat perbelanjaan dan toko modern. Salah satu hal yang membedakan Tomira dengan toko modern lainnya adanya produk-produk lokal yang dijual bersamaan dengan produk-produk swasta. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan karakteristik Toko Milik Rakyat di Kulon Progo, mengidentifikasi respon masyarakat Kulon Progo terhadap adanya Tomira dan mengidentifikasi strategi peningkatan penjualan produk-produk lokal di Tomira. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik perolehan data dengan cara menyebarkan kuesioner ke 90 responden secara aksidental dengan distribusi 45 responden perdesaan dan 45 responden perkotaan. Pengambilan sampel dengan cara kuota sampling karena jumlah populasi tidak diketahui. Cara analisis data tujuan pertama dan kedua menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu crosstab, dan tujuan ketiga menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar Toko milik Rakyat di Kulon Progo berlokasi di pinggir jalan, berasosiasi dengan permukiman warga, pramuniaga Tomira dikelola oleh koperasi dan produk-produk lokal yang dijual berupa olahan makanan. Respon masyarakat Kulon Progo yang terbagi menjadi masyarakat perkotaan dan perdesaan menunjukkan bahwa respon masyarakat perkotaan lebih baik dibandingkan dengan masyarakat perdesaan. Hal ini dikarenakan masyarakat perkotaan lebih banyak mengunjungi Tomira untuk membeli produk-produk lokal di Tomira dan masyarakat perkotaan lebih tertarik mengikuti perkembangan Tomira. Strategi untuk meningkatkan penjualan produk-produk lokal di Tomira dengan cara strategi diversifikasi. Hal tersebut dikarenakan posisi produk-produk lokal Kulon Progo berada di Kuadran II pada matriks analisis SWOT. Strategi dilakukan dengan memperbanyak variasi produk lokal khususnya barang-barang kebutuhan masyarakat.

Tomira (Toko Miik Rakyat) is one of the local economy development program currently undergoing in Kulon Progo, based on the local regulation of Kulon Progo number 11 of 2011 on the protection of traditional market as well as arrangement of shopping centers and modern stores. One of the differences of Tomira compared to other modern market is the availability of local products sold alongside products manufactured by private companies. The purposes of this research are 1) to describe characteristics of Tomira, 2) the response of Kulon Progo people towards Tomira and 3) to identify strategies to elevate local products selling point in Tomira. This research used quantitative method. The data was taken by spreading questionnaires to 90 respondents accidentally with distribution 45 samples from rural society and 45 samples from urban society. The data analyzing for objectives 1 and 2 used quantitative descriptive analysis with cross tabulation, while objective 3 used SWOT analysis. The result was most Tomira in Kulon Progo are located on the sidewalk, associated with settlements, servants managed by cooperatives and local products sold in the form of processed foods. The community response of Kulon Progo showed that urban society towards Tomira is better than rural society. Its because urban society buy more local products in Tomira and are interested to follow Tomira development. Diversification as selling strategy to increase revenue because Tomira was located in quadrant II in SWOT analysis. Strategy was performed by increasing local product variations especially primary products which were people’s need.

Kata Kunci : Kata Kunci: Toko Milik Rakyat, Pengembangan Ekonomi Lokal, Respon Masyarakat

  1. S1-2017-353349-bibliography.pdf  
  2. S1-2017-353349-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2017-353349-title.pdf