Laporkan Masalah

Proses Komunikasi Persuasif pada Komunitas Pendamping Anak Rawan di Yogyakarta (Studi Kasus pada Komunitas PKMW Bosskid dan Komunitas Ledhok Timoho)

GEOVANNI SURYA D, BUDHY KOMARUL ZAMAN, Drs., M.Si.

2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Proses komunikasi persuasif memiliki peranan yang penting dalam suatu prosesi pembangunan, terutama dalam proses penyadaran dan pembentukan pola pikir masyarakat. Komunitas pendamping anak rawan hadir sebagai salah satu bentuk partisipasi pembangunan yang bertujuan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pendampingan dan pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran proses komunikasi persuasif yang berlangsung pada dua komunitas pendamping anak rawan, yaitu komunitas PKMW Bosskid dan Ledhok Timoho. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus secara komparatif dengan melakukan wawancara mendalam serta observasi partisipan di lapangan. Penelitian ini menunjukan bahwa proses komunikasi persuasif membutuhkan perencanaan dan pertimbangan terhadap kapasitas dan kondisi sosial masyarakat. Penelitian ini juga menunjukan bahwa motivasi, kemampuan memproses pesan, dan kecenderungan memproses pesan melalui jalur central atau peripheral merupakan satu sistem yang tidak bisa dipisahkan yang mempengaruhi perubahan dalam diri penerima pesan persuasif hingga melakukan keterlibatan.

Persuasive communication process holds an important role in a development process, especially in the process of awareness and establishment of the society mindset. Marginalized Child Caretaker Community comes as one form of development participation which intended to awakening the public about the mentoring and fulfilling the rights of children as the next generation of the nation. This study intend to see a description of the persuasive communication process that takes place in two marginalized child caretaker community, that is PKMW Bosskid and Ledhok Timoho community. This study used a qualitative approach and comparative case study method, by conducting in-depth interviews as well as participant observation in the field. This study shows that the process of persuasive communication requires planning and must considercapacity and social conditions of the community. This study also shows that motivation, the ability to process messages, and tendency to process message trough central or peripheral route are interconnected and inseparable system that affects changes of the persuadee to decide for an involvement.

Kata Kunci : proses komunikasi, komunikasi persuasif, pembangunan, komunitas pendamping anak rawan

  1. S1-2017-349677-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349677-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349677-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349677-title.pdf