Komunikasi Ayah & Anak dalam Film Animasi (Analisis Semiotika Film Animasi Pendek Pixar Sanjay's Super Team)
ADELIA OCTAVIANI, Dian Arymami, S.I.P., M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIKonflik kerap mewarnai kehidupan dalam keluarga sehari-hari. Perbedaan pola pikir atau pandangan antara generasi satu dengan generasi berikutnya atau yang sering disebut dengan generation gap, sering menjadi salah satu pemicu konflik antara orangtua dan anak. Fenomena tersebut dapat ditilik dari sudut pandang komunikasi antarbudaya. Dalam bahasan komunikasi antarbudaya, terdapat face-negotiation theory yang berhubungan erat dengan bagaimana individu mengelola muka dan mengatasi konflik. Gambaran hubungan dan komunikasi orangtua-anak pun telah diangkat dalam berbagai film oleh Pixar. Tak hanya pada featured film-nya, Pixar juga mengangkatnya dalam film animasi pendeknya yang berjudul Sanjay's Super Team. Dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengungkap bagaimana komunikasi ayah dan anak dalam konteks konflik antarbudaya dalam film animasi pendek Pixar Sanjay's Super Team. Penelitian ini mengkaji tanda pada konteks tekstual pada media film. Penelitian ini menemukan bahwa dalam konflik pada hubungan komunikasi ayah dan anak dapat diatasi dengan berbagai gaya konflik sesuai dengan kepedulian muka diri maupun muka lain. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengkaji lebih dalam mengenai hubungan komunikasi ayah dan anak pada media film, tidak hanya pada ranah tekstual, tetapi juga khalayak untuk memahami lebih lanjut terkait konflik hubungan ayah dan anak.
Conflicts often occur in everyday family life. Difference of mindset between one generation and another generation or well-known as generation gap, which often become one of conflict triggers between parents and child. This phenomenon can be seen from cross-cultural communication perspective. In the cross-cultural communication discussion, there is face-negotiation theory which is closely related with how individuals manage their faces and resolve conflict. Image of the relationship and parent-child communication whatsoever has been raised in various films by Pixar. Not only on the featured film, Pixar also rise it into animated short film entitled Sanjay's Super Team. By using Roland Barthes' semiotics analysis, this research reveals how communication relationship of father and son in a family about the cross-cultural conflict context in Sanjay's Super Team. This research examines the signs on the textual context in film medium. This research found that in a conflict on the communication relationship of father and son can be overcome with various styles of conflict in accordance with the concerns of self and other faces. For further research are advised to explore deeper about the relationship of father and son communication in film medium, not only on the textual context, but also the audience context to understand more about the conflict of father and son relationship.
Kata Kunci : film animasi pendek, face-negotiation theory, keluarga, generation gap, semiotika