Laporkan Masalah

Pengembangan Model Bisnis PT Aino Indonesia: Penyelenggara Payment Gateway Uang Elektronik

YUANDA BHIMA FESIDA, Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D

2017 | Tesis | S2 Manajemen

Upaya peningkatan transaksi uang elektronik melalui program Gerakan Nasional Non Tunai yang digalakkan oleh Bank Indonesia selaku regulator di tahun 2016 mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan transaksi uang elektronik yang dihasilkan oleh seluruh stakeholder pelaku bisnis membutuhkan kontrol dari Bank Indonesia. Penyedia penyelenggaraan jasa sistem pembayaran menjadi objek yang harus dipantau oleh Bank Indonesia dalam merencanakan hingga menjalankan bisnis khususnya terkait dengan pembayaran. Pada November 2016 Bank Indonesia menerbitkan regulasi untuk memantau kegiatan bisnis seluruh stakeholder pelaku bisnis penyelenggara transaksi pembayaran. PT Aino Indonesia sebagai salah satu pelaku bisnis sistem pembayaran diminta untuk mengajukan izin sebagai penyelenggara payment gateway karena pada salah satu solusi yang ditawarkan dan dijalankan oleh perusahaan kepada pedagang termasuk dalam ruang lingkup yang perlu diatur oleh Bank Indonesia. PBI No 18/40/PBI/2016 merupakan regulasi Bank Indonesia tentang Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Guna memenuhi persyaratan tersebut PT Aino Indonesia yang saat ini telah menjalankan bisnis dan layanan pembayaran uang elektronik perlu melengkapi persyaratan dari Bank Indonesia dan merencanakan bisnis model yang mendukung atas investasi dalam memenuhi persayaratan tersebut. PT Aino Indonesia mengelola transaksi 18% dari seluruh transaksi uang elektronik yang ada di Indonesia. Menggunakan pendekatan Kanvas Model Bisnis dan Peta Empati, penelitian ini mencoba memberikan gambaran bagaimana PT Aino Indonesia menghadapi lingkungan bisnis yang datang dari pihak regulator. Penelitian ini juga mencoba menyajikan pemenuhan atas persyaratan dari regulator dengan menggunakan pendekatan pemenuhan sertifikasi ISO27001.

Efforts to improve electronic money transactions through the National Movement of Non-Cash Program promoted (GNNT) by Bank Indonesia as the regulator in 2016 increased compared to the previous years. The increase in electronic money transactions generated by all stakeholders businesses need control of Bank Indonesia. Provider payment system becomes object to be monitored by Bank Indonesia in its planning to run a business, especially related to the payment. In November 2016 Bank Indonesia issued a regulation to monitor the business activities of all stakeholders in the payment transaction business people organizers. PT Aino Indonesia as one of the payment systems business organization were asked to apply for a permit as payment gateway providers because on one of the solutions offered and run by the company to the traders included in the scope that should be regulated by Bank Indonesia. PBI No. 18/40 / PBI / 2016 issued by Bank Indonesia is regulation on Payment Transaction Processing. In order to meet these requirements PT Aino Indonesia, which has been running the business of electronic money and payment services needs to fulfill the requirements of Bank Indonesia and the business plan models that support on investment in meeting the requirement. PT Aino Indonesia have managed the electronic money transaction about 18% of all electronic money transactions in Indonesia. Using the Business Model Canvas approaches and Empathy Map, this study attempts to provide an overview of how PT Aino Indonesia face a business environment that come from the regulators. This study tries to present the fulfillment of the requirements of the regulator using ISO27001 certification compliance approach.

Kata Kunci : Model Bisnis, Peta Empati, Payment Gateway, Uang Elektronik, ISO 27001.

  1. S2-2017-343646-abstract.pdf  
  2. S2-2017-343646-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-343646-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-343646-title.pdf